Hima HI FISIP Unpad Sukses Selenggarakan Padjadjaran Model United Nations

Para delegasi di kegiatan Padjadjaran MUN di Bale Rucita Unpad Jatinangor *

[Unpad.ac.id, 7/05/2014] Badan Pengurus Harian Himpunan Mahasiswa program studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (BPH Hima HI FISIP Unpad) mengadakan Padjadjaran Model United Nations, yaitu simulasi konferensi PBB tingkat universitas yang diikuti oleh mahasiswa dari 20 perguruan tinggi se-Indonesia pada 1-3 Mei 2014 lalu di Unpad Kampus Bandung dan Jatinangor.

Para delegasi di kegiatan Padjadjaran MUN di Bale Rucita Unpad Jatinangor *
Para delegasi di kegiatan Padjadjaran MUN di Bale Rucita Unpad Jatinangor *

Dalam rilisnya disebutkan bahwa pada kegiatan tersebut, peserta datang sebagai delegasi-delegasi dari negara anggota PBB yang tergabung dalam tiga komite berbeda; United Nations High Commissioner on Refugees (UNHCR), United Nations Security Council (UNSC), dan East Asia Summit (EAS).

Pembukaan yang digelar di Graha Sanusi Hardjadinata Unpad, Bandung, diawali dengan penampilan Tari Saman dari Komunitas Saman HI Unpad, dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Jenderal Padjadjaran Model UN, Maleakhi Misael Sutanto. Acara Padjadjaran Model UN ini kemudian dibuka secara simbolis oleh Koordinator Program Studi HI FISIP Unpad, Drs. Chandra Purnama, M.A.

Pada hari kedua digelar sesi dewan, yaitu simulasi konferensi PBB dalam komite yang telah disebutkan, di Bale Rucita dan Bale Rancage Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor. Ada dua kelebihan yang dapat ditemui para delegasi Padjadjaran Model UN 2014 tersebut, yaitu, Padjadjaran Model UN 2014 adalah salah satu MUN pertama di Indonesia yang melaksanakan simulasi konferensi EAS dan sistem ‘Open Agenda’ pada komite UNSC ini merupakan tantangan bagi delegasi karena tidak ada batasan topik yang akan dibahas dalam konferensi. Pada hari kedua ini, diadakan tiga sesi konferensi yang beragendakan pemilihan topik, pengenalan krisis, dan penulisan ‘Working Paper’.

Pada hari terakhir, delegasi masih menjalani dua sesi dewan lagi sekaligus menentukan hasil dari konferensi. Agenda konferensi hari kedua adalah mulai dibentuknya ‘Draft Resolution’ sampai akhirnya menjadi ‘Resolution’ yang disetujui oleh delegasi dalam masing-masing komite. Rangkaian acara dilanjutkan dengan Social Night yang diadakan di Maja House, Bandung.

Dalam Social Night ini, delegasi melaksanakan Gala Dinner dan pemberian awards kepada para peserta terbaik dalam kelima sesi dewan tadi. Untuk komite UNHCR, kategori Best Position Paper diraih oleh Nabeel Khawarizmy Muna (Universitas Gadjah Mada); kategori Honorable Mention diraih oleh Karina Larasati (Universitas Gadjah Mada); kategori Outstanding Delegate diraih oleh  Ilman Dzikri (Universitas Indonesia); dan Best Delegate diraih oleh Mayang Krisnawardhani (Universitas Indonesia).

Sementara untuk komite EAS, Best Position Paper diraih oleh Daris Rafi Fauzan dan Krishna Wasudewa Subiakta (Universitas Brawijaya); Honorable Mention diraih oleh Galih Wahyu Jananuraga dan Sharon Patricia Kandou (Universitas Widyatama); Outstanding Delegates diraih oleh Iis Nurhidayanti dan David Junior Marpaung (President University); Best Delegates diraih oleh Haryani Dannisa dan Patty Regina (Universitas Indonesia).

Sedangkan kateori UNSC, Best Position Paper diraih oleh Amanda Dara Amadea dan Nurzena Anggita Raissa (Universitas Gadjah Mada); Honorable Mentions diraih oleh Chandra dan Jessica Andriani Liong (Universitas Indonesia); Outstanding Delegates diraih oleh Fiski Aditya dan Muhammad Arifian Adin (Institut Teknologi Bandung); Best Delegates diraih oleh Amanda Dara Amadea dan Nurzena Anggita Raissa (Universitas Gadjah Mada). *

Rilis oleh: BPH Hima HI FISIP Unpad/mar*

Share this: