[Unpad.ac.id, 30/09/2014] Pada tahun 2026, Unpad siap menjadi world class university sesuai dengan Renstra Unpad periode 2022 – 2026 yakni “Menjadi Universitas Berdaya Saing Internasional”. Untuk itu, Unpad mendorong civitas akademikanya untuk melakukan aktivitas internasional dalam kegiatan akademik.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Lembaga Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni Unpad, Dr. Heryawan Kemal Mustafa, M.Sc. dalam Seminar “Student Mobilty” di Ruang Rapat Bersama Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Selasa (30/09). Seminar ini digelar oleh UPT Kerja Sama Unpad dan diikuti perwakilan mahasiswa dari BEM, BPM, UKM, dan fakultas.
Menurut Dr. Heryawan, banyak peluang aktivitas internasionalisasi yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Peluang itu bisa melalui aktif di organisasi kemahasiswaan, BEM, BPM, himpunan mahasiswa, kelompok/komunitas, UKM, departemen, fakultas, universitas, hingga individu yang aktif mencari informasi tentang kegiatan/program di luar negeri.
Dari peluang tersebut, mahasiswa bisa mengikuti berbagai program di luar negeri, seperti student exchange, joint degree (twinning program), joint research, hingga berpartisipasi dalam kegiatan seminar, kongres, olimpiade, hingga kompetisi.
“Dengan peluang itu, teman-teman bisa berinteraksi dengan teman-teman di universitas di luar negeri,” ujarnya.
Kuncinya, lanjut Dr. Heryawan, mahasiswa harus mampu bergaul dan aktif baik di akademik maupun di organisasi kemahasiswaan. Selain itu, mahasiswa pun harus ulet, rajin, komunikatif, serta memiliki catatan akademik yang baik agar bisa mengikuti program internasional.
“Anda bisa beraktivitas secara internasional tergantung kemauan Anda sendiri,” pesan Dr. Heryawan.
Sementara itu, Kepala UPT Kerja Sama Unpad, Anne Nurbaity, PhD., mengatakan, sampai saat ini Unpad telah menjalin kerja sama internasional dengan 119 institusi di 35 negara. Hal ini membuka peluang bagi civitas akademika Unpad untuk mengikuti berbagai program yang ditawarkan sekaligus merealisasikan kerja sama antar institusi.
Dengan aktif di kegiatan internasional, mahasiswa pun dapat memperkaya wawasan dan pengalaman sehingga mampu memiliki daya saing. “Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan Perguran Tinggi yang kreatif, inovatif, siap kerja, dan berwawasan internasional,” jelasnya.
Universitas pun terus mendukung aktivitas internasional di kalangan mahasiswa. salah satu program yang akan dikembangkan adalah bekerja sama dengan Kantor Imigrasi terkait pembuatan paspor kolektif untuk mahasiswa Unpad.
Selain student exchange ke luar negeri, mahasiswa pun dapat mengikuti program pertukaran mahasiswa di dalam negeri. Hal tersebut dikemukakan oleh Kasno Pamungkas, M.Hum., sekretaris UPT Kerja Sama Unpad. Salah satu program pertukaran mahasiswa dalam negeri yang dilakukan Unpad adalah “Permata” (Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara).
Permata merupakan program yang digagas oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Indonesia (MRPTNI) dan didukung oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dikti. Program ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa PTN setanah air untuk mengikuti perkuliahan yang relevan di PTN lainnya di nusantara, dalam bentuk kegiatan akademik atau credit earning/credit transfer. Unpad sendiri telah merealisasikan kerja sama perdana terkait program Permata ini dengan USUdan Unhas.
Seminar ini juga diisi dengan sharing pengalaman dari para alumni program pertukaran mahasiswa di luar negeri, diantaranya Ajou University, Rikyo University, Tenri University, dan Kwansei Gakuin University.*
Laporan oleh Arief Maulana / eh
