[Unpad.ac.id, 24/10/2014] Mahasiswa adalah salah satu aspek penting dalam Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH). Untuk itu, sesuai dengan berubahnya status menjadi PTN BH pada 19 Oktober lalu, Unpad menyosialisasikan perubahan status ini kepada para mahasiswadi Bale Santika Unpad Kampus Jatinangor, Jumat (24/10).

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang PPM dan Kerja Sama yang juga Ketua Tim PTN BH di Unpad, Dr. med. Setiawan, Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Heryawan Kemal Mustafa, Kepala UPT Humas Unpad, Dr. Soni A. Nulhaqim, S.Sos., M.Si., Dekan FTG, Dekan Faperta, Dekan FISIP, dan Guru Besar FMIPA Unpad, Prof. Unang Supratman.
Dalam kesempatan itu, Dr. Setiawan mengatakan bahwa tolok ukur Unpad menjadi PTN BH salah satunya berasal dari jumlah perolehan prestasi mahasiswa. “Itu dilihat dari berapa banyak (mahasiswa Unpad) juara I pada kompetisi nasional dan internasional. Alhamdulillah, Unpad dapat menjadi PTN BH juga dari hasil kontribusi mahasiswanya,” ujar Dr. Setiawan.
Untuk itu, dalam Peraturan Pemerintah terkait penetapan Unpad menjadi PTN BH, ditegaskan Unpad wajib melakukan pendampingan dan pelayanan kegiatan kemahasiswaan dalam pengembangan kualitas mahasiswa. Hal ini juga bertujuan meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan Unpad.
“Dengan PTN BH, saya berharap, mahasiswa bikin kegiatan itu ada purpose, bukan menghabiskan waktu saja. Jadi saya harap mahasiswa dapat meningkatkan keunggulan dan prestatif,” tambahnya.
Dalam nomeklatur PTN BH, mahasiswa juga berperan menjadi anggota Majelis Wali Amanat (MWA). MWA merupakan organ yang menyusun dan menetapkan kebijakan umum di Unpad. “PTN BH lebih leluasa di dalam pengelolaan keijakan dan keuangan. Tidak lagi buat sistem perencanaan yang disetujui Dikti, namun atas persetujuan dari MWA,” jelasnya.
Majelis ini terdiri dari anggota Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Gubernur, Ketua Senat Akademik, Rektor, perwakilan Anggota Senat, perwakilan masyarakat umum dan alumni, serta perwakilan mahasiswa Unpad sebanyak 1 orang.
Agar tidak mengganggu proses pembelajaran, perwakilan mahasiswa mengalami pergantian setiap tahunnya. Terkait pemilihan wakil mahasiswa, Dr. Setiawan pun mengajak para mahasiswa yang hadir untuk sama-sama merumuskan bagaimana mekanisme yang akan dijalankan.
“Minggu depan kita juga akan mengundang juga perwakilan BEM Universitas dan fakultas. Kita akan rumuskan mekanismenya,” ujarnya.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh *
