[Unpad.ac.id, 5/12/2014] Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad, drg. Yolanda berhasil meraih juara dua tingkat Asia pada Dentsply Ceram X Case Contest Asia 2014. Yolanda berhasil meraih prestasi tersebut atas kasus yang ia tangani mengenai Diastema Closure.

“Diastema closure itu penutupan diastema pada gigi-gigi depan. Diastema itu ada celah diantara gigi-gigi depan. Lalu ditutup pakai tambalan Ceram X, dilakukan secara langsung ke pasien. Jadi langsung diukir di gigi pasiennya,” ujar Yolanda saat ditemui di ruang UPT Humas Unpad, Rabu (3/12).
Kompetisi tersebut dilaksanakan di Hongkong, pada 22 November 2014 lalu. Ia berhasil menjadi wakil dari Indonesia setelah sebelumnya terpilih pada seleksi tingkat nasional. Kompetisi ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa kedokteran gigi, mulai undergraduate hingga postgraduate (maksimal dua tahun).
Untuk seleksi tingkat nasional, penilaian dilakukan berdasarkan poster kasus yang peserta kirimkan. Sementara pada tingkat Asia, para peserta diharuskan untuk melakukan presentasi di hadapan juri atas kasus yang mereka tangani.
Yolanda mengakui, kasus tersebut merupakan kasus pertama yang ia tangani. Selama proses penanganan kasus, ia dibimbing oleh dosennya, drg. Taufik Hidayat, Sp.KG. “Ini sebetulnya kasus pertama dan pasien pertama saya untuk di residensi, untuk di PPDGS,” ungkapnya.
Tindakan yang ia lakukan adalah melakukan penambalan di antara gigi dengan menggunakan tambalan Ceram X, lalu dibentuk ulang agar gigi terlihat rapi. Ia menangani kasus tersebut selama 3 bulan, termasuk waktu kontrol pasien. Setiap tahapannya kemudian ia dokumentasikan dan dilaporkan pada poster dan presentasi yang ia buat.
Menurutnya, kasus yang ia tangani tersebut merupakan kasus yang unik dan menantang. “Ini kan gigi depan. Gigi depan pasti kan yang pertama dilihat orang secara estetik. Berarti itu tantangan saya bagaimana caranya buat gigi ini terlihat natural sama seperti gigi asli tapi dapat memperbaiki estetiknya,” ujar Yolanda.
Selain kasus pertama yang ditangani, ini merupakan pengalaman pertama Yolanda mengikuti kongres dan kompetisi internasional. Banyak hal menarik yang ia dapatkan selama mengikuti ajang tersebut. “Jadi pengalaman menarik. Bisa ketemu banyak orang, saling tukar informasi bagaimana di sana keadaan di negaranya,” ungkap mahasiswa Spesialis Konservasi Gigi ini.
Dengan mengikuti ajang ini, Yolanda berharap selain dapat menambah ilmu juga akan memperkuat mental dan meningkatkan percaya diri. Saat ini Yolanda sedang mempersiapkan diri untuk menjadi salah satu wakil Asia pada ajang tersebut di tingkat dunia.
“Saya cuma berharap bisa memberikan yang terbaik dan bisa membahagiakan semua pihak. Kalau soal juara sih itu bonus,” ujarnya.*
Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh
