Prof. Nurhalim Shahib Raih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa Kategori Paten

Prof. Dr. dr. Nurhalim Shahib *

[Unpad.ac.id, 17/12/2014] Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Unpad, Prof. Dr. dr. Nurhalim Shahib menjadi salah satu peraih Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa (AKIL) Kategori Paten. Prof. Nurhalim menjadi salah satu pemenang dangan karya invensi “Komposisi Ekstrak Kering Phyllantus Niruri Linn, Xanthoriza Roxb, dan Carica Papaya Linn Untuk Anti Demam Berdarah”.

Prof. Dr. dr. Nurhalim Shahib *
Prof. Dr. dr. Nurhalim Shahib *

AKIL 2014 merupakan kegiatan yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Penghargaan diberikan kepada penghasil Kekayaan Intelektual dalam empat kategori, yaitu Paten, Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), Hak Cipta Bidang Ilmu Pengetahuan, dan Desain Industri, Hak Cipta: Karya Seni Rupa, Karya Seni Pertunjukkan, dan Permainan Interaktif. Untuk seluruh kategori, terdapat 15 pemenang yang dinayatakan berhak memperoleh penghargaan tersebut. Penyerahan anugerah dilakukan pada Senin (15/12) lalu di Auditorium Gedung D Ditjen Dikti Lantai 2, Jl. Pintu Satu Senayan Jakarta.

Selain Prof. Nurhalim, tiga alumni Unpad juga dinyatakan berhasil menjadi pemenang pada ajang yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi tersebut. Dr. Astanto Kasno, alumni S-1 Pemuliaan Fakultas Pertanian (Faperta) Unpad, meraih penghargaan pada kategori PVT dengan “Pemuliaan Tanaman Kacang-Kacangan”. Pada kategori yang sama, alumni S-2 Pemuliaan Faperta Unpad, Dr. Muhammad Azrai Lastriyanto menjadi pemenang dengan “Pemuliaan Tanaman Sorealia”. Sementara itu, Dr. Sudarmadi Purnomo yang merupakan alumni S-2 dan S-3 Pemuliaan Faperta Unpad, menjadi pemenang kategori PVT dengan “Pemuliaan Tanaman Buah.”

Dilansir dari website Dikti, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan penghargaan kepada penghasil kekayaan intelektual yang telah dilaksanakan sejak tahun 2009. Kegiatan ini digelar sebagai apresiasi atas invensi dan kreasi dosen, peneliti, dan masyarakat yang terus berkarya sehingga menghasilkan karya-karya yang luar biasa, juga memberikan kontribusi bagi kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Nasional serta mempunyai dampak ekonomi yang besar dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Penilaian dilaksanakan oleh tim penilai independen yang melibatkan unsur pemerintah, asosiasi, pengusaha, dan akademisi yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Penilaian berpedoman pada kriteria yang sesuai dengan kategori anugerah masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi dosen, peneliti, dan masyarakat untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara yang pada tujuan akhirnya meningkatkan daya saing bangsa. *

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

Share this: