[Unpad.ac.id, 16/02/2015] Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah dibuka dengan tahapan awal yaitu pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pada tanggal 22 Januari hingga 12 Maret 2015. Panitia menekankan agar sekolah dan siswa dapat mengisi sekaligus memverfikasi data PDSS dengan benar.

“Dalam rangka edukasi nasional untuk menanamkan nilai kejujuran, sekolah/siswa yang terbukti melakukan kecurangan akan diberikan sanksi,” ujar Kepala UPT Humas Unpad, Dr. Soni A. Nulhaqim, S.Sos., M.Si., saat memberikan presentasi Sosialisasi SNMPTN 2015 di Bale Sawala Unpad Kampus Jatinangor, Senin (16/02).
Selain Dr. Soni, turut hadir Wakil Rektor Bidang Pembelajaran dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Dr. H.Engkus Kuswarno, M.S., Kepala Biro Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dr. H. Isis Ikhwansyah, S.H., M.H., CN, Koordinator SMUP Dr. Ir. Denie Heriyadi, M.S., dan Wakil Dekan I FMIPA Unpad, Dr. Euis Julaeha, M.Si.
Sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan guru dan siswa SMA, MA, dan SMK dari Kabupaten Sumedang, serta dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Sumedang.
Menurut Dr. Soni, Kecurangan yang dimaksud adalah memasukkan nilai siswa dari semester 1 – 5 di di laman http://pdss.snmptn.ac.id/ yang tidak sesuai dengan data sebenarnya. Untuk itu, agar mencegah tidak ada data yang salah, Panitia pun telah menetapkan siswa melakukan verifikasi data PDSS.
“Siswa dapat mengakses data PDSS setelah diberikan username dan password yang diberikan oleh sekolah,” kata Dr. Soni.
Adapun sanksi yang akan diberikan apabila ada sekolah yang terbukti melakukan kecurangan yaitu tidak diikutsertakan dalam SNMPTN tahun selanjutnya. Sementara bagi siswa yang lulus namun terbukti melakukan kecurangan, maka status kelulusannya akan dibatalkan.
Lebih lanjut Dr. Isis mengemukakan, Unpad akan melakukan verifikasi terhadap data siswa yang dinyatakan lulus SNMPTN. Verifikasi tersebut akan dilakukan pada 6 mata pelajaran sesuai kesepakatan Panitia.
“Verifikasi akan dilakukan pada saat mereka dinyatakan diterima kemudian ada dokumen asli (fotokopi rapor) yang diserahkan kepada kami. Kami cek, jika terdapat ketidakcocokan itulah yang kami permasalahkan,” jelas Dr. Isis.
Jika ketidakcocokan tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis, tim akan menoleransi kesalahan yang dilakukan. Namun, jika ada indikasi sekolah melakukan kecurangan, maka pihaknya akan memanggil Kepala Sekolah sekaligus siswanya untuk melakukan klarifikasi.
“Kalau memang kesalahan ada di pihak sekolah, maka sekolahnya juga kena sanksi,” tegas Dr. Isis.
Untuk, Dr. Denie berpesan kepada siswa agar lebih cermat saat mendaftar SNMPTN. “Cermat ini juga termasuk saat memilih program studi. Pilihlah program studi yang benar-benar sesuai dengan minat dan kompetensi,” ujarnya.
Pada tahun akademik 2015/2016 mendatang, Unpad membuka 50 program studi dengan rincian ada 5 program studi baru yang dibuka, yaitu: Manajemen Komunikasi, Jurnalistik, Televisi dan Film, Ekonomi Islam, dan Teknik Elektro.
Pada tahun ini, ada beberapa daya tampung program studi yang mengalami kenaikan maupun penurunan. Prof. Engkus mengatakan, daya tampung ini dirasionalkan antara jumlah dosen pengampu dan dosen tidak tetap dengan jumlah mahasiswa di satu program studi sesuai dengan acuan Permen No.49 Tahun 2014 Pasal 28.
“Kita betul-betul memperhitungkan untuk menghasilkan kualitas mahasiswa, sehingga pada kali ini ada jumlah yang variasi. Ada yang bertahan, ada yang naik, dan ada yang mengalami penurunan,” jelasnya.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh
