Melalui Pentahelix Forum Unpad Gandeng 6 BUMN, DPRD Jabar dan Kementerian Pariwisata RI

Foto bersama Rektor Unpad dengan perwakilan dari BUMN, DPRD Jabar, dan Kementerian Pariwisata RI dalam Pentahelix Executive Forum di Trans Luxury Hotel Bandung, Sabtu (2/05). (Foto oleh: Arief Maulana)*

[Unpad.ac.id, 3/05/2015] Universitas Padjadjaran melakukan kerja sama pentahelix dengan melibatkan lima pilar pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas tridharma Unpad dalam bidang pengajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam Pentahelix Executive Forum di Trans Luxury Hotel Bandung, Sabtu (2/05), Unpad menggandeng 6 BUMN, DPRD Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Pariwisata RI terlibat dalam kerja sama itu.

Foto bersama Rektor Unpad dengan perwakilan dari BUMN, DPRD Jabar, dan Kementerian Pariwisata RI dalam Pentahelix Executive Forum di Trans Luxury Hotel Bandung, Sabtu (2/05). (Foto oleh: Arief Maulana)*
Foto bersama Rektor Unpad dengan perwakilan dari BUMN, DPRD Jabar dan Kementerian Pariwisata RI dalam Pentahelix Executive Forum di Trans Luxury Hotel Bandung, Sabtu (2/05). (Foto oleh: Arief Maulana)*

“Forum ini merupakan buah gagasan yang sangat baik, dimana Unpad melalui Prodi DIM berkesempatan menjadi katalisator dan dinamisator kolaborasi yang mempertemukan lima pilar pemangku kepentingan, disamping memperkuat perannya sendiri sebagai penggagas dan pengawal konsep,” ujar Rektor.

Hal ini konsisten dengan pandangan Unpad yang sejak dulu menyadari bahwa hasil-hasil kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi hanya akan menjadi produk “menara gading” jika dalam pemilihan gagasan dan proses kegiatan tersebut tidak melibatkan perspektif dan kepentingan para stakeholder lainnya.

Keenam BUMN tersebut adalah PT. Dahana, PT. Pegadaian, PT. Pos Indonesia, PT. Pindad, PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), dan PT. Wijaya Karya. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama tersebut digelar di sela kegiatan Reuni Akbar sekaligus pembentukan Ikatan Alumni Doktor Ilmu Manajemen (DIM) Unpad.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr., dengan Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari, Direktur Utama PT. Dahana, F. Harry Sampurno, Dirut PT. Pegadaian, Riswinandi, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT. Pelni, Elifen Goentoro, Dirut PT. Pindad, Silmy Karim, Direktur Keuangan PT Pos Indonesia, Poernomo, serta Direktur SDM dan Pengembangan PT. Wijaya Karya, Yusmar Anggadinata.

Sementara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Unpad dengan Kementrian Pariwisata dilakukan oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad, Yuyu Yohana Risagarniwa, PhD., dengan Ketua Badan Smber Daya Kementrian Pariwisata, I Gede Pitana, serta disaksikan langsung oleh Rektor Unpad dan Menteri Pariwisata, Dr. Arief Yahya.

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara FIB Unpad dengan Kementerian Pariwisata RI *
Penandatanganan perjanjian kerja sama antara FIB Unpad dengan Kementerian Pariwisata RI *

Lebih lanjut Rektor mengungkapkan, kerja sama pentahelix ini dilakukan untuk mewujudkan Unpad sebagai transformative university yang beberapa waktu lalu telah dideklarasikan. Ciri transformative university adalah mewujudkan berbagai hal yang dilaksanakan Unpad untuk dapat memberikan dampak pembangunan kepada masyarakat, serta membangun kerja sama interdependensi dengan berbagai pihak.

“Tidak mungkin kami mewujudkan konteks memberikan maslahat kepada masyarakat tanpa kolaborasi kuat dengan berbagai pemangku kepentingan,” kata Rektor.

Melalui kolaborasi ini Unpad mengajak mereka yang terlibat dalam pentahelix ini ikut serta berinteraksi di bidang akademik. Salah satu yang akan dilaksanakan adalah mengundang para pemangku kepentingan berkontribusi langsung pada berbagai program Tridharma Unpad.

“Kita akan buat daftar siapa yang bersedia menjadi dosen di Unpad namun tidak harus meninggalkan tugasnya sekarang,” kata Rektor.

Dengan kolaborasi interaksi tersebut, lanjut Rektor, ke depan Unpad akan mengembangkan konsep extended campus. Konsep ini akan menjadikan Unpad sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya dibatasi oleh fisik dan sumber daya manusia yang dimiliki.

Dengan demikian, Unpad akan mendapatkan wahana pendidikan yang memiliki relevansi kuat dengan dunia nyata. Aspek hilirisasi penelitian yang dicanangkan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristek Dikti) juga semakin terwujud.

Berbagai inovasi dan produk hilirisasi penelitian tersebut diharapkan akan lahir melalui kolaborasi ini. Rektor mengatakan, tahap awal implementasi dari penelitian akan dicurahkan ke Provinsi Jawa Barat. Untuk itu, Unpad telah menggandeng Pemerintah Jabar untuk ikut serta dalam kolaborasi ini.

“Kita telah menyertakan, common goals-nya Jawa Barat juga menjadi sasaran penting,” imbuh Rektor.

Sementara itu, Arief Yahya mengapresiasi kerja sama pentahelix ini. Menurutnya, kerja sama ini merupakan perluasan dari kerja sama triplehelix (academy, business, and government) dengan menambahkan unsur community dan media yang turut andil dalam menyebarluaskan informasi.

“Terima kasih Unpad sudah membuat forum ini. Kita memang tidak bisa mengerjakan semuanya sendiri,” ujar Arief Yahya yang merupakan alumni Program Doktor Ilmu Manajemen Unpad tersebut.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh

Share this: