[Unpad.ac.id, 03/10/2012] Adri Satya Wiratama, mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad menutup matanya saat lengan kanannya hendak ditusuk jarum. Mahasiswa semester 7 ini berbaring di tempat tidur untuk diambil darahnya oleh petugas dari Palang merah Indonesia (PMI). Sementara teman-teman Adri berkerumun di tempat tidur untuk menyaksikan proses donor darah sekaligus menyemangati Adri yang meringis akibat tusukan jarum.

Bersama-sama dengan mahasiswa yang lain, Adri menjadi peserta donor darah dalam kegiatan “Save Human Life” yang digelar oleh Forum Komunikasi Dakwah Islam Fakultas (FKDF) Unpad, Rabu (03/10) di Stadion Jati kampus Unpad Jatinangor. Selain donor darah, kegiatan ini juga digelar pengobatan bekam gratis dan talkshow tentang pengobatan Islami oleh tim dari Bekam Ruqyah Center (BRC).
Kegiatan yang bertema “We care, We share, and We are There for Each Other” ini merupakan program kerja dari Departemen Sosial Kemasyarakatan FKDF Unpad bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia, Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unpad, dan BRC Bandung . Pengobatan bekam sendiri dimasukkan ke dalam kegiatan ini dengan tujuan untuk mengenalkan metode tersebut kepada sivitas akademika Unpad dan juga masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, pengobatan bekam juga sebagai media dakwah yang dilakukan oleh FKDF Unpad.
“Selama ini donor darah memang merupakan acara sosial. Kemudian untuk bekam, kita juga sekaligus mau mengenalkan pengobatan Islami kepada mahasiswa khususnya dan seluruh masyarakat Unpad, baik itu dosen, karyawan, dan ini juga terbuka untuk umum,” terang Feby Khaidir, ketua pelaksana dari kegiatan “Save Human Life” ini.
Terbukti, antusiasme para sivitas akademika Unpad mengenai pengobatan bekam ini cukup besar. Saat dibuka pendaftaran yang dilakukan dari tanggal 19 hingga 28 September lalu, jumlah pendaftar untuk pengobatan bekam mencapai 70 orang dari target yang ditentukan, yakni 100 peserta. Sementara untuk jumlah pendaftar donor darah selama tanggal tersebut sudah mencapai 150 peserta. Panitia sendiri menargetkan akan memperoleh 500 labu.
“Untuk bekam, setiap peserta nantinya akan diperiksa terlebih dahulu oleh petugas BRC untuk memastikan apakah peserta tersebut dapat dibekam atau tidak,” ujar Feby.
Sama halnya dengan bekam, peserta donor pun akan diperiksa terlebih dahulu oleh petugas dari PMI dengan cara pemeriksaan tensi darah, dan kadar hemoglobin. Apabila tensi darah kurang dari tensi yang telah ditentukan, maka peserta pun tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya.
Feby sendiri berharap, kegiatan donor darah dan bekam gratis ini dapat menjadi tolok ukur baru dalam memperkenalkan metode pengobatan secara Islami kepada para sivitas akademika Unpad dan masyarakat umum. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kegiatan sosial untuk membantu ketersediaan darah di PMI.
Begitu pun Adri. Diakuinya, meski tusukan jarum tersebut sedikit menyakitkan, tapi Adri senang bisa ikut menjadi pendonor darah dalam kegiatan ini. “Habis donor, tangan memang menjadi sedikit pegal, tapi bagus kok bisa membantu orang yang membutuhkan darah. Insya Allah dapat pahala,” ujar Adri.*
Laporan oleh: Arief Maulana/mar
