[Unpad.ac.id, 18/08/2015] Jelang pelaksanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-28 di Universitas Halu Oleo, 5 – 9 Oktober mendatang, kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang lolos harus mempersiapkan diri dengan baik. Salah satu persiapan yang disoroti adalah kematangan penyusunan artikel ilmiah dan laporan akhir, serta teknik presentasi di hadapan para Juri.

Logo Unpad *
Logo Unpad *

“Presentasi, penyusunan artikel ilmiah, dan laporan akhir harus mengikuti panduan yang ditetapkan Dikti,” ujar Marleen Sunyoto, Ir., M.P., Dosen Unpad yang menjadi tim juri dan reviewer PKM Dikti saat melakukan konsolidasi tim PKM Unpad untuk Pimnas ke-28, Jumat (14/08) di Bale Rucita Unpad Kampus Jatinangor.

Menurut Marleen, artikel ilmiah dan laporan akhir dalam penilaian kelompok PKM di Pimnas. Untuk itu, setiap kelompok bersama dosen pendampingnya harus cermat dalam penyusunan artikel ilmiah dan laporan akhir. Minimal kedua tulisan tersebut memiliki struktur penulisan yang benar dan ikut panduan.

“Untuk laporan akhir, ingatkan dosen pendampingnya. Takutnya kalian sudah upload, tapi dosennya tidak tahu. Harus sama-sama dibaca,” kata Marleen.

Dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Unpad ini mengungkapkan, suatu kelompok PKM yang meraih peringkat pertama pada kelas presentasi bisa saja tidak mendapat medali pada pengumuman akhir Pimnas. Hal ini disa diakibatkan penyusunan artikel ilmiah dan laporan akhir yang tidak benar.

Setiap juri, lanjut Marleen, sudah diberikan template artikel dan laporan akhir. Maka, jika diketahui ada kelompok yang salah dalam penulisan artikel maupun laporan akhir, kelompok tersebut tidak akan bertambah nilai.

“Pokoknya nurut, ikutin format,” tegas Marleen.

Sementara pada aspek presentasi, ada beberapa hal yang disoroti Marleen. Gaya presentasi harus disesuaikan dengan programnya. Untuk kelompok PKM Gagasan Tertulis (PKM GT), Marleen menyarankan agar peserta mampu menunjukkan gagasannya secara teknis kepada juri.

“Kelompok ini PKM GT ini harus terus berkomunikasi dengan dosen pendampingnya agar mimpimu tidak lebay dan keluar jalur,” kata Marleen.

Untuk PKM Penelitian (PKM P) Eksakta maupun Sosio Humaniora, Marleen mengungkapkan, peserta jangan terpengaruh oleh presentasi dari kelompok lain. Presentasi dilakukan sesederhana mungkin. Sebab dari kesederhanaan tersebut akan melahirkan sesuatu yang luar biasa.

“Jangan gentar hanya karena tim lain mengeluarkan hal-hal yang luar biasa. Kesederhanaan, seolah-olah biasa di mata orang lain,” ujarnya.

Sementara untuk PKM Kewirausahaan (PKM P) dan PKM Karsa Cipta (PKM KC) presentasi dilakukan sekreatif mungkin. Setiap kelompok dapat melakukan presentasi dengan gaya dan seemosional mungkin, namun tidak menyimpang dari tema.

Di akhir penyampaiannya, Marleen mendorong agar peserta dapat menikmati segala kondisi yang ada saat Pimnas berlangsung. “Jangan terprovokasi oleh hal apapun. Kalau kita mau juara, kita harus mau menikmati kondisi yang ada,” jelas Marleen.

Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan 20 kelompok PKM Unpad yang lolos Pimnas, tim Dosen pendamping PKM, tim fasilitator Pimnas, serta Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (LPKA) Unpad, Dr. Ir. Heryawan Kemal Mustafa, M.Sc.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh

Share this: