[Unpad.ac.id, 28/09/2015] Teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia berkembang dengan pesat. Hal ini terlihat dari perkembangan teknologi jaringan seluler dan internet yang mengalami peningkatan kecepatan dan kapasitas selama lebih dari 30 tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, Rudiantara saat memberikan orasi ilmiah bertema Peran dan Perkembangan ICT di Indonesia, Senin (28/09) di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor. Orasi ilmiah ini digelar dalam rangka Lustrum ke-11 Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad. Selain Menkominfo, kegiatan ini juga diisi dengan orasi ilmiah bertajuk “Potret Wajah Masyarakat Digital Indonesia” oleh Prof. Dr. Engkus Kuswarno, M.S., Guru Besar Fikom Unpad.
Menurut Rudiantara, dalam 30 tahun terakhir, jaringan seluler di Indonesia telah melahirkan 4 generasi. Setiap generasi memiliki perbedaan kecepatan dan kapasitas jaringan. Semakin tinggi generasi, kecepatan dan kapasitas jaringan semakin luas dan cepat.
“Dua hal ini yang memberikan ruang perubahan konten dan teknologi,” kata Rudiantara.
Lebih lanjut alumni Unpad ini mengatakan, faktor konten dan teknologi memiliki pengaruh yang besar dalam perkembangan TIK di Indonesia. Perubahan konten menjadi penentu perubahan teknologi. Sementara perubahan teknologi akan menyebabkan perubahan cara berkomunikasi.
Agar tidak tertinggal dengan negara lain, Rudiantara melalui Kementrian Kominfo RI telah menyusun beberapa rencana strategis pengembangan TIK di Indonesia. Penyusunan ini juga diselaraskan dengan Program Nawacita yang digagas oleh Presiden Joko Widodo.
Fokus pengembangan tersebut ialah peningkatan konektivitas boradband menjadi 4G, efisiensi industri, cyber security & governance, e-government, e-commerce, dan digitalisasi. Pada aspek peningkatan boradband 4G, masyarakat Indonesia diharapkan sudah bisa mengakses layanan ini pada awal Januari 2016 mendatang.

Sementara pada fokus pengembangan e-government, proses ini sebagai momentum reformasi birokrasi yang dicanangkan oleh Pemerintah. “Kita harus bisa memanfaat teknologi dan betul-betul mengubah sistem birokrasinya,” kata Rudi.
Rudiantara pun meminta dukungan khususnya sivitas akademika Fikom Unpad untuk dapat berkontribusi dalam renstra tersebut.
Dalam acara memperingati Dies Natalis ke-55 tersebut, Dekan Fikom Unpad, Prof. Deddy Muyana, M.A., PhD., menyampaikan beberapa capaian yang berhasil diraih Fikom Unpad setahun terakhir. Menurut Prof. Deddy, kemajuan akademik Fikom Unpad tidak hanya bersifat nasional, namun juga bersifat internasional. Untuk itu, dalam momentum Dies Natalis tersebut, pihaknya mencanangkan program Internasional Jilid II yang diharapkan dapat dilanjutkan oleh kepemimpinan Dekan selanjutnya.
Beberapa capaian internasionalisasi yang telah diraih ialah, program dosen tamu dari luar negeri untuk mengajar di Fikom Unpad, pengiriman dosen untuk studi lanjut di luar negeri, pengiriman dosen untuk mengikuti program pelatihan di luar negeri, kerja sama dengan institusi asing, hingga merintis kelas internasional.
“Saat ini baru 4 mata kuliah yang sudah menggunakan Bahasa Inggris di kelas internasional tersebut, diharapkan ke depan semua mata kuliahnya disampaikan dalam bahasa Inggris dengan harapan bahwa masa depan kelas ini akan diikuti oleh sejumlah mahasiswa asing,” kata Prof. Deddy.
Laporan oleh: Arief Maulana / eh



