[Unpad.ac.id, 22/10/2015] Bank Mandiri memberikan bantuan pendidikan sebesar Rp 100 juta kepada Universitas Padjadjaran. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Direktur Distribution Bank Mandiri, Sentot A. Sentausa, kepada Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad. Bantuan tersebut akan digunakan untuk menyediakan fasilitas sepeda di kampus Unpad Jatinangor.

“Bantuan ini akan digunakan untuk penyediaan sejumlah sepeda dan station sepeda di Unpad kampus Jatinangor. Nanti di lingkungan kampus akan dikurangi keberadaan kendaraan, mobil atau motor, jumlah odong-odong (mobil/bus kampus gratis) akan ditambah,” ujar Rektor Unpad di Bale Sawala Unpad Jatinangor, Kamis (22/10).
Usai memberikan bantuan, Sentot A. Sentausa, yang juga alumni Unpad, memberikan kuliah umum bertema “Managing Sucessful Scenario” pada acara Mandiri Edukasi 2015 di Bale Sawala Unpad. Menurutnya, setiap orang biasanya memiliki skenario tersendiri untuk mencapai kesuksesan. Meski target sukses berbeda dari setiap orang, ada tiga kunci penting yang mesti dimiliki. Tiga hal tersebut yaitu kemampuan berinteraksi dan melibatkan diri dengan lingkungan, komitmen untuk selalu berkontribusi yang terbaik, dan kemampuan untuk beradaptasi. Tiga hal tersebut disebut Sentot sebagai “quick tool kit ini managing succesful scenario”.
Sentot mengatakan bahwa pembentukan karakter sangat dipengaruhi oleh aktivitas dan komunitas. Sebaiknya, saat menjadi mahasiswa dimanfaatkan untuk aktif dalam kegiatan mahasiswa dan bergabung dalam komunitas/kelompok. Selain itu, mahasiswa juga dituntut untuk lebih peka terhadap lingkungan dan dapat berbaur dengan masyarakat.
“Berbaurlah dengan masyarakat. Jangan menganggap bahwa kita ini komunitas yang eksklusif. Komunitas yang sangat dianggap orang harus selalu dalam level intelektual yang tinggi,” ujar alumni Unpad ini.
Menurutnya, siklus tersebut dapat mendorong sifat leadership dalam diri seseorang. “Jadi siklus kita, aktif dalam kegiatan mahasiswa, berbaur dengan masyarakat, peka terhadap lingkungan, dan akhirnya kita bisa bergabung dengan komunitas atau kelompok, itu akan menuntut bahwa Anda bisa memimpin diri Anda sendiri. Itu adalah awal bagaimana leadership itu harus di-create,” paparnya.
Sentot juga memaparkan mengenai bagimana membangun leadership bagi setiap orang. Bukan berarti menjadi seorang leader, setidaknya ia dapat membangun sikap leadership untuk dirinya sendiri dan lingkungannya. Untuk membangun leadership, seseorang dituntut untuk dapat berpikir kritis, berpikir analitis, belajar manajemen, serta memperdalam skill & knowledge.
Selain itu, Sentot juga berpesan agar mahasiswa senantiasa memanfaatkan masa perkuliahan untuk menggali dan menantang diri untuk menjadi yang terbaik. Bukan hanya pembekalan secara akademis, masa kuliah juga merupakan tahun-tahun pembentukan karakter seseorang.
Selain Sentot, acara tersebut turut juga menghadirkan Regional Manager Kanwil VI Bank Mandiri Iman Gunawan dan alumni Program Wirausaha Muda Mandiri 2013, Dea Angkasa Putri yang telah membangun bisnis Fajar Cirebon. *
Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh



