Unpad Gulirkan Sistem Kesehatan Akademik Padjadjaran untuk Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Jabar

Suasana Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem Kesehatan Jawa Barat wilayah Ciayumajakuning di Grage Sangkan Hotel, Kuningan, Rabu (27/01). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

[Unpad.ac.id, 28/01/2016] Provinsi Jawa Barat masih harus meningkatkan pelayanan sektor kesehatan, dan salah satu upaya peningkatan tersebut ialah penyediaan tenaga Dokter dan Dokter Spesialis yang merata di Rumah Sakit dan Puskesmas dari 27 Kota/Kabupaten di Jabar. Untuk itu Universitas Padjadjaran telah menggulirkan suatu Sistem Kesehatan Akademik Padjadjaran-Jabar (Sikap Jabar).

Suasana Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem Kesehatan Jawa Barat wilayah Ciayumajakuning di Grage Sangkan Hotel, Kuningan, Rabu (27/01). (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Suasana Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem Kesehatan Jawa Barat wilayah Ciayumajakuning di Grage Sangkan Hotel, Kuningan, Rabu (27/01). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad mengatakan, “Sikap Jabar” merupakan pola yang ditegaskan Unpad untuk menjamin keberlanjutan ketersediaan tenaga SDM pada bidang pelayanan kesehatan. Hal tersebut dikatakan Rektor saat menggelar Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem Kesehatan Jawa Barat wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) di Grage Sangkan Hotel, Kuningan, Rabu (27/01).

Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh pimpinan dan perwakilan Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan di Kab. Indramayu, Kota Cirebon, Kab. Cirebon, Kab. Majalengka, dan Kab. Kuningan. Turut hadir Bupati Kuningan Utje CH Hamid Suganda, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar dr. Hj. Alma Lucyati, M. Kes.,M. Si., MH. Kes.

Sementara dari pihak Unpad, Selain Rektor hadir pula Wakil Rektor Bidang Tata Kelola dan Sumber Daya Unpad Dr. Sigid Suseno, M.Hum., Kepala Staf Khusus Rektor Prof. Ramdan Panigoro,pimpinan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Farmasi, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Keperawatan.

Menurut Rektor, saat ini sudah saatnya dibangun berbagai sektor yang harus bekerja sama di bidang kesehatan. Selain sektor yang berperan pada bidang fasilitasi program kementerian dan pendanaan infrastruktur, dibutuhkan pula sektor yang mampu membangun kreasi inovasi pengembangan sumber daya manusianya.

“Jika pola ini dapat dijalankan dengan baik, ini akan mendorong sistem kesehatan secara utuh,” kata Rektor.

Berdasarkan kondisi pelayanan kesehatan saat ini, Jabar hanya memiliki satu Rumah Sakit Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) III, atau RS Pemberi Pelayanan Kesehatan Spesialis Lanjutan. Maka sudah saatnya Jabar mengembangkan RS PPK III di wilayah lainnya.

Melalui sistem ini, Unpad mendorong setiap regional wilayah di Jabar memiliki satu RS PPK III. Untuk wilayah Ciayumajakuning, Unpad telah menyepakati RSUD Gunung Jati, Cirebon untuk dikembangkan menjadi RS PPK III.

Selain mendorong pengembangan RS PPK III, melalui sistem ini Unpad juga mendorong pemerataan ketersediaan tenaga pelayanan kesehatan di RS dan Puskesmas di seluruh wilayah Jabar. Hal ini pun terus didorong oleh Unpad dengan menyiapkan lulusan Fakultas Kedokteran untuk disebar ke seluruh wilayah Jabar.

Berdasarkan data, setiap tahun FK Unpad menerima 250 calon mahasiswa dari jalur SNMPTN dan SBMPTN. Dengan angka efisiensi tersebut, maka setiap tahunnya FK Unpad berpeluang menghasilkan 250 dokter. Pada tingkat pendidikan Spesialis, Unpad setiap tahun menerima 300 calon mahasiswa program Spesialis sehingga berpeluang meluluskan 300 Dokter Spesialis tiap tahunnya.

“Paling tidak, jumlah lulusan Dokter dan Dokter Spesialis tersebut bisa kita sebar ke seluruh wilayah Jabar,” kata Rektor.

Untuk itu, Rektor meminta para perwakilan rumah sakit di 5 wilayah di Ciayumajakuning untuk berkoordinasi menggambarkan kebutuhan SDM di instansinya. “Berdasarkan data kebutuhan tersebut, kami akan petakan untuk nanti diprioritaskan di wilayah mana saja,” kata Rektor.*

Laporan oleh: Arief Maulana / eh

Share this: