Fikom Unpad Dorong Kreativitas Perempuan Melalui Festival Usaha Karya Perempuan

Dekan Fikom Unpad, Prof. H. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D., (kiri) saat membuka Festival Usaha Karya Perempuan di Lapangan Parkir Utama Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Senin (15/10). (Foto: Tedi Yusup)

[Unpad.ac.id, 15/10/2012] Deretan lukisan terjajar rapi di dinding-dinding stan. Bermacam-macam lukisan mulai dari lukisan kucing, potret anak kecil, hingga lanskap pemandangan semuanya ditampilkan. Selain itu, aneka busana lukis untuk perempuan pun digantung dengan rapi oleh ibu-ibu dari Ikatan Pelukis Wanita Indonesia (IPWI) Cabang Jawa Barat dalam kegiatan “Festival Usaha Karya Perempuan”, Senin (15/10) di Lapangan Parkir Utara Kampus Unpad Jln. Dipati ukur No. 35 Bandung.

Dekan Fikom Unpad, Prof. H. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D., (kiri) saat membuka Festival Usaha Karya Perempuan di Lapangan Parkir Utama Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Senin (15/10). (Foto: Tedi Yusup)

Selain IPWI Jabar, tidak kurang dari 34 stan pameran produk lainnya ditampilkan dalam festival kali ini. Mulai dari Busana, Kerudung, Makanan, Kain Batik, serta produk unggulan hasil karya perempuan di seluruh nusantara. Kegiatan yang digelar oleh Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad ini bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Jawa Barat. Menurut ketua pelaksana, Trie Damayanti, S.Sos., M.Si., festival kali ini memang khusus ditujukan bagi perempuan yang memiliki usaha.

Senada dengan hal tersebut, Prof. H. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D., selaku Dekan Fikom Unpad menyampaikan, festival kali ini merupakan bagian dari bentuk penghargaan kepada pelaku usaha perempuan. Sebab, peran wanita di Indonesia dari segi apa pun masih terbilang belum optimal. Oleh karena itu, Fikom Unpad bekerja sama dengan BPPKB untuk mengenalkan beberapa produk hasil karya perempuan yang beberapa diantaranya merupakan binaan BPPKB Jawa Barat.

Prof. Deddy pun menambahkan bahwa peran perempuan di negara-negara maju pun masih dibilang berada di posisi belakang. Amerika Serikat misalnya, meskipun sudah hampir 200 tahun negara tersebut merdeka, sampai saat ini belum ada satu orang presiden wanita yang memimpin pemerintahan.

“Semoga ini adalah salah satu usaha yang kacil namun bisa memberikan inspirasi dan motivasi kepada pihak-pihak lain untuk melakukan hal yang sama,” ujar Prof. Deddy.


Festival kali ini merupakan rangkaian dari Kegiatan Dies Natalis ke-52 Fikom Unpad yang telah diselenggarakan sejak bulan September lalu. Festival ini mendatangkan para kelompok, pelaku usaha perempuan dari daerah Cimahi, Bekasi, Kota Bandung, dan Kab. Bandung Barat, seperti Hijab Tutorial oleh Nayasla, Produk UKM dan KUKM binaan BPPKB, serta pertunjukan musik dan tari yang diantaranya dilakoni oleh para perempuan, yaitu, Rampak Kendang Unpad, Angklung Dharma Wanita Fikom Unpad, Penampilan Arumba dari Saung Angklung Udjo, Tari Saman oleh mahasiswa Jurnalistik Unpad, Southern Fire Duo, Band Akustik Last Minute Action, D’Angelis, Artcoustic, Ammy String Trio, serta Pagelaran Reog Sunda Wanita “Gembol”.

IPWI Jabar sendiri merupakan salah satu kelompok wanita yang bergerak dalam bidang seni. Sejak 1999, IPWI sendiri telah melakukan pameran lukis hingga ke Malaysia. Salah satu pengurus yang ditemui, Nani Sjoffa mengatakan bahwa dengan diadakannya pameran berbasis karya perempuan ini diharapkan dapat mendorong perempuan untuk semakin kreatif dan inovatif dalam mengembangkan potensinya.

Terbukti, perbedaan gender bukanlah menjadi penghalang bagi kaum perempuan untuk terus berkarya dan bermanfaat bagi tanah air. Sudah saatnya kaum wanita bangkit untuk bisa menghasilkan sesuatu yang unggul dan mampu bersaing dengan pelaku usaha-usaha lainnya!*

Laporan oleh: Arief Maulana/mar

Share this: