[Unpad.ac.id, 27/07/2016] Sebanyak 10 mahasiswa anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Palawa Universitas Padjadjaran akan menyelenggarakan “Ekspedisi Padjadjaran Nemangkawi 2016” pada bulan Agustus hingga September 2016. Ekspedisi ini bertujuan mengenalkan model pendakian zero waste mountaineering sekaligus melakukan pemetaan pendidikan di Tanah Papua.
Dalam rilis yang diterima Humas Unpad, model zero waste mountaineering merupakan pendakian dengan perbekalan yang berpotensi menghasilkan seminimal bahkan nihil sampah. Hal ini didasarkan pada banyak fenomena timbunan sampah yang ditinggal di gunung oleh para pendaki. Pada ekspedisi ini, Tim Palawa Unpad akan menerapkan Zero Waste Mountaineering dalam pendakian menuju puncak tertinggi Indonesia yaitu Puncak Carstenz.
Sementara pemetaan pendidikan yang dilakukan berupa pendataan faktor penghambat upaya literasi di Desa Ugimba, yang takjauh dari Puncak Cartenz, Papua. Pengambilan data dilakukan dengan harapan mendorong pengembangan pendidikan alternatif tanpa meninggalkan tradisi aslinya bagi masyarakat di Desa Ugimba.
Melalui penerapan zero waste mountaineering dan pendataan literasi, ekspedisi ini diharapkan mampu mengulas banyak Fenomena Petualangan dan Pendidikan di Tanah Papua. Penamaan “Nemangkawi” sebagai nama ekspedisi bukan tanpa alasan. Nama ini merupakan nama asli dari Puncak Carstenz. Nama ini berasal dari bahasa suku Amungme, suku tertua yang mendiami kaki pegunungan Jaya Wijaya, untuk menyebut puncak tertinggi di sana. Untuk itu, tim mengambil nama ini dengan tujuan mengenalkan kembali nama Nemangkawi pada masyarakat Indonesia.
Adapun hasil yang diharapkan dalam ekspedisi ini adalah dihasilkannya buku dan film tentang Zero Waste Mountaineering serta fenomena pendidikan di Desa Ugimba. Semua hasil tersebut akan dipaparkan dalam Seminar Ekspedisi Padjadjaran Nemangkawi 2016 sebagai penutup kegiatan.*
Rilis: tim Ekspedisi Padjadjaran Nemangkawi 2016/am
