[Unpad.ac.id, 21/09/2016] Lingkung Seni Sunda Universitas Padjadjaran (Lises Unpad) menyelenggarakan sebuah program bertajuk Evaluasi Latihan Rutin Lises Unpad 2016 di Auditorium Bale Santika Kampus Unpad Jatinangor, Sabtu, 17 September 2016. Program tersebut merupakan suatu ajang unjuk pangabisa (unjuk kebolehan) dari peserta Latihan Rutin yang diawali sejak bulan Maret hingga hari-H kegiatan puncak.

Peserta latihan yang berhak mengikuti evaluasi adalah anggota Lises Unpad dari tiga angkatan termuda: Wisnuwarman, Purnawarman, dan Indrawarman. Jumlah peserta tercatat sebanyak 93 orang dibagi menjadi 72 orang penari dan 21 orang pemusik (nayaga). Program yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali ini juga merupakan perwujudan dari tujuan Lises Unpad untuk menggali, melestarikan, dan mengembangkan budaya Sunda. Latihan Rutin dan Evaluasi Latihan Rutin merupakan satu paket program yang merujuk kepada tujuan Lises Unpad yang kedua yakni melestarikan budaya Sunda.
Sebagai gambaran, Evaluasi Latihan Rutin Lises Unpad tahun ini di setting persis seperti kegiatan Resital Kesenian di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI Bandung) dengan dibantu oleh Kang Ajey (Dana Komara), Kang Agus Kandiawan, dan Kang Yuli Sunarya sebagai Girang Pangajen (Dewan Juri). Hanya saja, rangkaian acaranya dikemas lebih fleksibel dan segar sehingga penonton tidak menyadari bahwa program ini merupakan suatu ujian hasil latihan. Penampilan dari tim Rampak Kendang Lises Unpad semakin memeriahkan acara ini.
Hadir pula dalam kegiatan ini, Ketua Umum Lises Unpad Widi Nugraha (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan 2012) dan Ketua Pelaksana Echis Nurfauziah (Fakultas Peternakan 2013). Acara diawali dengan sajian Karawitan Gending pada sesi I dan Tari Tradisional di sesi II. Penonton yang mayoritas orang tua peserta pun memberikan apresiasi positif dan mengucapkan terima kasih karena bisa menyaksikan putra/putrinya secara langsung menyajikan kesenian Sunda baik karawitan maupun tari tradisional.
Padahal, tidak semua peserta memiliki dasar berkesenian sebelumnya. Peserta pun berasal dari berbagai daerah. Selain dari Jawa Barat, peserta ada yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera, dan Kalimantan. Akan tetapi, program ini mampu dan berhasil meningkatkan motivasi mahasiswa Universitas Padjadjaran walau berbeda latar belakang budaya untuk satu tujuan yaitu melestarikan budaya Sunda. *
Rilis oleh Lises Unpad / eh
