[Unpad.ac.id, 31/10/2016] Sebagai institusi akademik di lingkungan Universitas Padjadjaran yang telah menginjak usia 58 tahun, Fakultas Ilmu Budaya secara kontinu meningkatkan kualitas akademik maupun kelembagaan. Upaya tersebut merupakan tanggung jawab yang diamanatkan kepada civitas academica dan tenaga kependidikan FIB Unpad.

Dekan FIB Unpad, Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., PhD, mengatakan, pengubahan nama Fakultas Ilmu Budaya dari semula Fakultas Sastra Unpad ini merupakan merupakan komitmen pengembangan dan perluasan peluang. Komitmen tersebut kemudian terealisasi dalam setiap capaian FIB Unpad di bidang Tridharma Perguruan Tinggi dan kelembagaan lainnya.
Hal tersebut dikemukakan Yuyu saat membacakan pidato tahunan dalam acara “Milangkala ke-58 Fakultas Ilmu Budaya Unpad” di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang Kampus FIB Unpad, Jatinangor, Senin (31/10). Acara ini dihadiri oleh seluruh pimpinan FIB, anggota senat, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan tamu undangan.
Peringatan Dies Natalis secara khusus juga dihadiri oleh Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad, Wakil Rektor bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, Inovasi, dan Usaha Unpad, Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt.
Yuyu mengatakan, di bidang riset, hingga Oktober 2016 tercatat 8 penelitian Hibah Pengembangan Kapasitas Dosen, 18 penelitian melalui skema PUPT dan 3 penelitian hasil kompetisi internasional. Sebanyak 8 judul penelitian dosen FIB berhasil dimuat di jurnal internasional.
Sementara dalam bidang kerja sama, FIB Unpad telah banyak memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai instansi, lembaga, maupun dunia usaha, di dalam dan luar negeri. Khusus kerja sama dengan dunia usaha, lanjut Yuyu, upaya ini dilakukan dalam rangka mengimplementasikan berdirinya Career Development Center (CDC) FIB Unpad.
Pada tataran aktivitas kemahasiswaan, sederet capaian prestasi berhasil ditorehkan mahasiswa FIB Unpad dalam berbagai kompetisi di tingkat nasional. Selain itu, selama 4 tahun terakhir FIB Unpad juga telah ditunjuk oleh Pusat Tes Nasional dan Badan Penyelenggara Sertifikasi Dosen sebagai tempat penyelenggaraan tes TOEFL dan Tes Kompetensi Dasar Akademik (TKDA).
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unpad mengatakan, banyak hal yang sudah ditorehkan FIB untuk Unpad. “Saya yakin keberadaan FIB ini menjadi penciri khusus Unpad dibandingkan perguruan tinggi lain,” kata Rektor.
Lebih lanjut Rektor mengatakan, FIB diharapkan menjadi lini depan peningkatan budaya akademik Unpad. Sektor budaya saat ini menjadi kebutuhan utama untuk meningkatkan kualitas akademik ketimbang aspek teknis.
Hal ini juga ditegaskan dengan berubahnya Unpad menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum, secara otomatis budaya institusi juga ikut berubah. “Secara teknis perubahan budaya ini bukan hal yang sukar, namun ini harus terformulasikan dengan baik dalam pendekatan akademik,” paparnya.
Menghadapi tantangan yang ada, Rektor meminta FIB Unpad untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan, khususnya di sektor dunia kerja. Menurut Rektor, FIB Unpad ke depan diharapkan bukan lagi hanya mengkaji tentang ilmu sastra dan bahasa sebagai ranah kebudayaan, tetapi mampu memperluas cakupan keilmuannya.
“Dunia sedang menghadapi era normal yang baru, dimana ketidakpastian adalah hal normal. Budaya menjadi kekuatan,” ungkapnya.
Peringatan Dies Natalis ini juga diisi dengan Orasi Ilmiah oleh Dr. Hazbini, M.Ag., dengan judul “Sastra Sufi Merajut Sinergi Menembus Sekat-sekat Keragaman dan Keberagaman”. Di akhir acara, dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara FIB Unpad dengan Museum Konferensi Asia Afrika. Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FIB dengan Pelaksana Tugas Kepala Museum KAA, Devi Noviadi. Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari berbagai kerja sama yang telah dilakukan FIB dengan Museum KAA.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh



