Unpad Jajaki Program Double Degree dengan University of Canterbury

Wakil Rektor III Unpad, Dr. med. Setiawan dan Vice-Chancellor University of Canterbury Selandia Baru, Dr. Rod Carr pada acara penandatanganan MoU di Ruang Rektor, Gedung Rektorat Unpad, Rabu (24/10). (Foto: Tedi Yusup)

[Unpad.ac.id, 24/10/2012] Dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan serta mengembangkan proses pendidikan, Unpad terus melaksanakan berbagai macam kegiatan kolaborasi dengan universitas lain baik di dalam maupun di luar negeri. Bentuk kolaborasi terbaru yang dilakukan Unpad yaitu melalui kerja sama dalam program pertukaran pelajar dan dosen dengan University of Canterbury, salah satu universitas besar dan terkemuka di Selandia Baru.

Wakil Rektor III Unpad, Dr. med. Setiawan dan Vice-Chancellor University of Canterbury Selandia Baru, Dr. Rod Carr pada acara penandatanganan MoU di Ruang Rektor, Gedung Rektorat Unpad, Rabu (24/10). (Foto: Tedi Yusup)

Bertempat di Ruang Rektor, Gedung Rektorat Lantai 2 Unpad Jatinangor, Rabu (24/10), dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai pertanda dimulainya kerja sama antara kedua universitas ini. Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia yang pada kesempatan itu diwakili oleh Wakil Rektor III Unpad, Dr. med. Setiawan. Sementara itu dari pihak University of Canterbury penandatanganan MoU dilakukan oleh Vice-Chancellor, Dr. Rod Carr.

Dikatakan Dr. med. Setiawan, Unpad menyambut baik kerja sama yang dilakukan diantara keduanya. Ia juga menjelaskan bahwa salah satu wujud nyata dari kerja sama ini adalah pembentukan program double degree bagi mahasiswa program sarjana di beberapa bidang keilmuan tertentu yang terdapat di universitas masing-masing.

“Spektrum kerja samanya mencakup pertukaran baik dosen maupun mahasiswa, tapi yang akan segera direalisasikan sesuai dengan diskusi kita hari ini adalah pembentukan double degree di tingkat sarjana untuk bidang Ekonomi dan Hubungan Internasional,” jelas Dr. med. Setiawan.

Sebagai tindak lanjut dari pembentukan double degree tersebut, maka nantinya akan dibuat pula sebuah perjanjian kerja sama dalam bentuk Memorandum of Agreement (MoA) yang akan melibatkan dekan terkait dari kedua bidang tersebut yaitu Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Dalam program double degree tersebut, University of Canterbury juga telah menyediakan beasiswa senilai 24.000 US Dolar masing-masing bagi mahasiswa di bidang Ekonomi dan Hubungan Internasional. Berbeda dengan program double degree yang pernah dilakukan sebelumnya dimana dalam meraih dua gelar tersebut mahasiswa harus menggunakan format 2 plus 2, maka dalam program double degree dengan University of Canterbury ini mahasiswa asal Unpad hanya menggunakan format 3 plus 1. Format 3 plus 1 ini yaitu penyelesaian masa studi selama 3 tahun di Unpad dan 1 tahun di University of Canterbury untuk mendapatkan dua ijazah dari kedua institusi tersebut.

Perwakilan Unpad dan University of Canterbury berfoto bersama seusai penandatanganan MoU, Rabu (24/10). (Foto: Tedi Yusup)

“Dari hasil diskusi, karena program pendidikan di Selandia Baru itu cukup mahal, jadi kita sepakat kelihatannya yang visible untuk Indonesia khususnya untuk mahasiswa kita itu 3 plus 1,” tutur Dr. med. Setiawan.

Melihat minat yang sangat minim dimiliki mahasiswa asal Selandia Baru untuk berkuliah di luar negeri,  maka Dr. med. Setiawan juga berharap program pertukaran ini juga menjadi semacam misi kebudayaan.

“Kita berharap dari MoU ini kita dapat menarik mahasiswa mereka kesini.  Jadi kita akan meminta mahasiswa terpilih Unpad untuk bisa menjadi social marketer yang artinya bisa memberikan penjelasan mengenai budaya, mengenai pendidikan di Indonesia, khususnya di Unpad,” ujarnya.

Sementara itu ditemui ditempat yang sama, Dosen FEB Unpad, Dr. Diana Sari, SE., M.Mgt, menanggapi positif MoU yang dilakukan antara Unpad dan University of Canterbury. “Kita sangat senang dengan adanya MoU ini terlebih mahasiswa di Fakultas Ekonomi memiliki perhatian dan antusias yang cukup besar baik dalam student exchange maupun double degree ke luar negeri,” ujarnya.

Ia juga berharap program double degree antara kedua universitas ini pada bulan Februari tahun 2013 mendatang akan segera dapat terealisasi. Dari beasiswa yang tersedia, ia juga memperkirakan akan mengirim sekitar enam mahasiswanya untuk bisa mengikuti program ini. Kini, FEB Unpad sendiri terus menggodok format kurikulum yang paling cocok untuk dapat diterapkan dalam kerja samanya dengan Fakultas Ekonomi University of Canterbury.

Berkenaan dengan program pertukaran dosen, Dr. med. Setiawan juga mengungkapkan bahwa jalan bagi para dosen untuk meningkatkan kualitas di luar negeri sangat terbuka lebar. Pemerintah Selandia Baru sendiri memiliki perhatian yang cukup besar bagi para dosen yang berasal dari luar untuk saling berbagi ilmu disana. Selain itu, dosen Unpad sendiri dapat memanfaatkan skema pertukaran dosen yang dimiliki Dikti dalam program SAME (Scheme for Academic Mobility and Exchange).

“Kita akan dorong paling tidak ada dosen dari Ekonomi dan HI dulu yang telah memiliki kontak untuk dapat memanfaatkan kesempatan tersebut guna mengadakan kunjungan dan melakukan kerja sama,” tambahnya.*

Laporan oleh: Indra Nugraha/mar

Share this: