Mahasiswa Unpad Olah Cangkang Telur dan Limbah Padi Jadi Adsorben Limbah Cair

[unpad.ac.id, 19/7/2019] Cangkang telur selama ini hanya dianggap sebagai limbah yang tidak menguntungkan bagi sebagian orang. Namun, di tangan mahasiswa Universitas Padjadjaran, limbah tidak berguna ini bisa diolah menjadi produk yang bisa menyelamatkan lingkungan dari kontaminasi limbah lainnya.

Tiga mahasiswa Universitas Padjadjaran Hendri Setiawan, Umi Faoziyah Anindi, dan Dedek Yusuf Pulungan, beserta dosen Dr. Atiek Rostika Noviyanti, M.Si., mengembangkan  campuran atau komposit dari limbah cangkang telur dan sekam padi sebagai adsorben limbah cair, khususnya tembaga dan metilen biru.*

Tiga mahasiswa Kimia Unpad, Hendri Setiawan, Umi Faoziyah Anindi, dan Dedek Yusuf Pulungan mengembangkan campuran atau komposit dari limbah cangkang telur dan sekam padi sebagai adsorben limbah cair, khususnya tembaga dan metilen biru. Adsorben merupakan zat padat yang dapat menyerap fluida dalam proses penjerapan (adsorpsi).

Dibantu dosen pembimbing Dr. Atiek Rostika Noviyanti, M.Si., ketiganya melakukan penelitian untuk memperoleh komposit hidroksiapatit-biochar dari cangkang telur ayam dan sekam padi serta kemampuan adsorpsinya terhadap polutan anorganik (Cu (II)) dan polutan organik metilen biru.

“Cangkang telur yang kami peroleh dari sekitar Jatinangor akan kami ubah menjadi hidroksiapatit. Sementara sekam padi nantinya hanya kami olah menjadi arangnya. Proses ini lebih mudah dan murah dibandingkan mengolahnya menjadi karbon aktif,” kata Umi.

Penelitian ini pun masuk ke dalam Program Kreativitas Mahasiswa kategori Penelitian Eksakta dengan judul “Komposit Biomaterial Hidroksiapatit-biochar dari Cangkang Telur Ayam dan Sekam Padi Sebagai Adsorben Limbah Cair” dan berhasil memperoleh pendanaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI.

Dari hasil penelitian, komposit yang dikembangkan mampu mengadsorpsi sampel metilen biru sebanyak 85% dan sampel tembaga sebanyak 90%. Metode adsorpsi dipilih karena metode ini paling efektif dan efisien dalam menangani limbah.

“Pemilihan adsorben haruslah murah dan memiliki nilai guna lainnya,” kata Umi.

Umi menjelaskan, logam tembaga banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pada aktivitas industri. Hal ini mengakibatkan logam ini dapat terbuang dan mencemari air. Dalam kadar tertentu, limbah tembaga dapat menyebabkan sirosi hati pada manusia.

Hendri yang menjabat sebagai ketua tim PKM berharap, komposit dari cangkang telur dan sekam padi ini dapat menjadi adsorben yang ekonomis, efisien, dan efektif dalam proses remediasi pencemar dari air.*

Rilis/am

Share this: