[unpad.ac.id, 20/8/2019] Hari kedua masa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Padjadjaran tahun 2019, mahasiswa baru diperkenalkan berbagai lembaga dan unit kegiataan mahasiswa di lingkungan Unpad. Kegiatan pengenalan tersebut diselenggarakan dalam acara Student Day yang digelar di kampus Unpad Jatinangor, Selasa (20/8).

Mahasiswa baru Universitas Padjadjaran tahun akademik 2019/2020 mendapat kesempatan untuk mengetahui beragam aktivitas kemahasiswaan di lingkungan Unpad lewat kegiatan “Student Day” yang digelar di kampus Jatinangor, Selasa (20/8). (Foto: Atep Rustandi)*

Dalam acara tersebut, mahasiswa dapat mengelilingi sejumlah lokasi (venue) yang sudah ditetapkan, antara lain: lapangan PPBS, lapangan merah, lapangan parkir Fakultas Hukum, dan lapangan parkir komplek Bale Santika. Setiap lokasi memiliki tema berbeda, mulai dari venue olahraga bela diri hingga venue lembaga kemahasiswaan.

Selain melihat beragam aktivitas kemahasiswaan, mahasiswa baru juga dapat melakukan tanya jawab dan dapat langsung mendaftar menjadi anggota di setiap UKM dan lembaga kemahasiswaan.

Salah satu mahasiswa baru dalam kegiatan ini, Muhammad Arkan Zaki dari program studi Biologi ini menyatakan ketertarikannya terhadap salah satu lembaga kemahasiswaan, yaitu BEM Kema Unpad. Arkan berpendapat bahwa mengikuti kegiatan organisasi merupakan sebuah langkah belajar menyeimbangkan belajar di kelas dan bersosialisasi.

“Itu juga sebagai tantangan, kalau kita ingin masuk ke organisasi harus bisa manajemen waktu. Lalu kalau masuk organisasi bisa punya banyak relasi, bisa saling berbagi sehingga bisa belajar hal baru bersama,” tutur Arkan.

Mahasiswa lain, Jaysi Wiridan dari Teknik Geologi memutuskan untuk menjadi anggota baru Unit Bola Basket Unpad (UBBU). Jaysi memiliki alasan berbeda dalam menentukan pilihan unit kegiatan. Jaysi mengaku bahwa unit kegiatan merupakan media untuk relaksasi melepas penat perkuliahan nantinya.

“Karena hobi juga, jadi sebagai pelepas penat saat bosan. Ingin mengembangkan skill agar bisa menjadi pemain basket profesional. Kalau ada pertandingan ingin ikut juga,” ujar Jaysi yang saat itu baru saja mendaftarkan dirinya sebagai anggota baru UBBU.

Di venue UKM kesenian, Azahra Islamiati dari Ilmu Sejarah memiliki ketertarikan terhadap Unit Pecinta Budaya Minangkabau (UPBM). Selain untuk mendalami hal baru dan menjadikan UKM sebagai hiburan, Azahra punya pandangan bahwa melestarikan kebudayaan tempat asalnya adalah sebuah keharusan.

“Ada panggilan untuk mengenal budaya Minangkabau, selain itu juga bisa mengembangkan diri, mengenal teman dari satu daerah, dan memperluas relasi. Kalau bukan kita yang melestarikan budaya kita sendiri lalu siapa lagi, kan?,” singkatnya.*

Laporan oleh Dimas Rifky Anggriawan/am

Share this: