[unpad.ac.id, 16/12/2019] Kolaborasi antara antara praktisi dan akademisi merupakan bagian utuh dalam pengembangan keilmuan, khususnya di bidang audit internal. Sinergi tersebut terlihat pada acara Professional Auditor Forum (PAF) “On Risk 2020 – a Guide to understanding, AIligning, and Optimizing Risk” yang digelar di Ruang Serba Guna (RSG) lantai 4, kampus Universitas Padjadjaran, Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung, Kamis (5/12) lalu.

Acara tersebut merupakan kegiatan rutin bulanan dari The Institute of Internal Auditors Indonesia untuk diseminasi perkembangan terkini dari bidang audit Internal. Untuk pertama kalinya PAF di selenggarakan di perguruan tinggi dan Unpad melalui Satuan Pengawas Internalnya menjadi motor penggerak utama dalam kolaborasi ini. The Institute of Internal Auditor sendiri merupakan asosiasi profesi auditor internal terbesar di dunia, dengan 200 ribu member di 180 negara, termasuk Indonesia.
Acara dibuka oleh Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E. MSIE. Rektor juga menjadi panelis utama dalam diskusi bersama Presiden The IIA Indonesia Hari Setianto MSocSc, CIA, CCSA, CFSA, CGAP, CRMA, CFE, CISA, GRCP, dan Chief Audit Internal PT. Dapen Telkom, M. Noor Rohman yang juga menjabat sebagai Ketua IIA Indonesia Chapter Bandung. DIskusi dipandu oleh moderator Ketua SPI Unpad Cahya Irawady, SE.,M.Si., Ak, CA., CPA.
Dalam paparannya, Rektor menyampaikan urgensi manajemen resiko (risk management) dalam manajemen perguruan tinggi sebagai akibat langsung dari perkembangan teknologi yang mendisrupsi segala lini organisasi. Kemampuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis risiko yang dihadapi membuat perguruan tinggi mampu mengantisipasi dampak negatif yang terjadi di masa yang akan datang.
Rektor juga memaparkan pengalaman Unpad dalam melakukan pemetaan risiko dan analisisnya yang dikaitkan juga dengan pencapaian sapta karsa Unpad. Pada kesempatan tersebut juga disampaikan tantangan di masa datang yang perlu di perhatikan perguruan tinggi di era disrupsi saat ini yaitu: cybersecurity, data protection, talent management dan sustainability.
Sementara itu, Hari Setianto menyampaikan bahwa mengintegrasikan risiko ke dalam strategi dan kinerja organisasi menjadi penting agar senantiasa mampu menunjukan arah sebenarnya dari tujuan organisasi. Beliau juga menyampaikan perkembangan terbaru di bidang ilmu audit internal seperti COSO ERM 2017, serta revisi kerangka pengendalian three line of defence. Panelis terakhir, Noor Rohman, menyampaikan pengalamannya dalam pengelolaan resiko terintegrasi di PT. Dapen Telkom.
Pada kesempatan tersebut juga dilangsungkan diskusi kerja sama antara forum SPI PTNBH se- Indonesia dengan IIA Indonesia. Diskusi digelar untuk pengembangan kualitas SDM audit internal di PTNBH agar mampu mempersiapkan diri dengan tantangan organisasi PTNBH yang semakin kompleks di masa yang akan datang.
Saat ini dua tenaga dosen dari Departemen Akuntansi Unpad merupakan jajaran pengurus organisasi profesi IIA Indonesia Chapter Bandung, yaitu Zaldy Adrianto, SE.,M.ProfAcc.,Ak selaku Ketua Harian, dan Fury K Fitryah SE., M.Ak, Ak, CA, CACP, selaku bendahara.*
Rilis/art
