Laporan oleh Artanti Hendriyana

[unpad.ac.id, 18/8/2020] Sejumlah dosen wali di lingkungan Universitas Padjadjaran mengikuti “Penyegaran dan Optimalisasi Peran dan Fungsi Dosen Wali” pada Selasa (18/8) dan Rabu (19/8). Kegiatan yang digelar secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting tersebut dibuka secara resmi oleh Dr. Eng. Boy Yoseph CSSSA, S.T., MT.
“Diharapkan diskusi yang akan dilaksanakan pada dua hari ini bisa mendapatkan gambaran kepada Bapak Ibu sekalian terkait dengan kondisi mahasiswa dan peran kita sebagai dosen wali, yaitu apa yang bisa kita berikan kepada para mahasiswa,” harap Dr. Boy.
(baca juga: Tim Pusat Konseling Unpad Terbitkan Panduan Perwalian Selama Masa AKB)
Diungkapkan Dr. Boy, kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesehatan mental para mahasiswa Unpad. Jangan sampai ada mahasiswa Unpad yang mengalami depresi selama berkuliah.
Lebih lanjut Dr. Boy menjelaskan, dosen wali punya peranan penting dalam melakukan konseling terhadap mahasiswa. Peran ini tidak hanya dilakukan oleh tim dari Pusat Konseling Unpad saja.
(baca juga: Perlunya Dosen Wali yang Terampil Untuk Tangani Permasalahan Mahasiswa)
Jumlah dosen wali pun diharapkan dapat lebih merata di setiap fakultas. Bukan hanya untuk mahasiswa S-1, Dr. Boy mengatakan kegiatan konseling juga diperuntukan bagi mahasiswa S-2 dan S-3.
“Bukan hanya mahasiswa S-1, mahasiswa S-2 dan S-3 juga sama membutuhkan konseling,” ujar Dr. Boy.
Pada kegiatan ini akan dipaparkan metode konseling baru, sehingga para dosen wali dapat mempraktikkannya kepada mahasiswa.
Salah satu pembicara, Titin Nurhayti Ma’mun, M.S. mengatakan bahwa kegiatan perwalian jangan dianggap sebagai formalitas. Dosen wali perlu melakukan pendekatan kepada mahasiswa dari sisi lahir dan batin. Sisi lahir yaitu terkait “kulit” atau apa yang nampak di permukaan, sementara sisi batin berarti memaknai isinya,
“Kita ini perlu melakukan perwalian dalam hal lahir batin,” ujar Titin.(arm)*
