[Unpad.ac.id, 03/12/2012] Dua orang anggota Unit Search and Rescue (SAR) Unpad, yaitu, Oktarian Iskandar dan M. Rifqi Aziz, terlibat dalam operasi SAR pencarian seorang pelajar Kelas XI SMKN 3 Surabaya bernama Aji Kusuma Faqiudin yang akrab dipanggil Fafa, yang hilang saat mendaki Gunung Arjuno-Welirang di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Fafa bersama tujuh rekannya Jumat (16/11) lalu melakukan pendakian dengan tujuan puncak Gunung Welirang melalui pintu Pos Perhutani Tretes. Namun sayangnya pendakian tersebut dilakukan tanpa izin terlebih dahulu ke posko perizinan. Dalam perjalanannya, tiga rekan Fafa mengurungkan diri dikarenakan cuaca yang buruk, dan dua orang lagi memutuskan untuk menetap di Pos 2, Kopkopan. Sehingga hanya Fafa dan Abdul yang melanjutkan pendakian menuju puncak.
Dalam pendakiannya, Fafa memutuskan istirahat, dan Abdul meneruskan sampai ke puncak meninggalkan Fafa. Pada saat Abdul turun dari puncak menuju lokasi Fafa istirahat, ia tidak menemui ataupun berpapasan dengan Fafa. Setelah mencari dengan kedua rekannya yang lain maka pada tanggal 17 Nopember 2012 mereka melapor kepada pihak berwenang.
Untuk melakukan pencarian, Operasi SAR untuk mencari Fafa dimulai pada Minggu (18/11), dan begitu Unit SAR Unpad menerima informasi berita tersebut lalu langsung mengirimkan satu tim. Di lokasi, tim bergabung dengan potensi SAR lainnya dan tergabung dengan SRU (Search and Rescue Unit) 13. Setelah pembagian SRU dan briefing pergerakan setiap tim, maka SRU 13 melakukan tipe penyapuan 1 (Hestic Search), dalam ilmu ESAR ini adalah tipe pencarian dimana tim menyapu daerah setapak menuju lokasi terakhir dimana survivor terakhir terlihat, jalur pendakian yang disapu oleh SRU 13 adalah jalur pendakian Tretes. Cuaca yang kurang baik, hujan dan angin yang kencang menjadi kendala dalam penyapuan.
Setelah empat hari pencarian, tim mendapatkan informasi bahwa SRU 7 telah menemukan Fafa, setelah sebelumnya ditemukan terlebih dahulu oleh penambang belerang di daerah sekitar puncak Gunung Welirang. Maka semua SRU diminta berkumpul di Pos 3 Pondokan untuk mengevakuasi Fafa.
Fafa ditemukan dalam kondisi yang sehat, hanya saja lemas karena bertahan dengan menggunakan air hujan. Setelah mengkonfirmasi bahwa Fafa telah sampai ke pos 3, seluruh tim turun ke posko pendakian. Ternyata Fafa dievakuasi menggunakan mobil hardtop yang memang digunakan penambang belerang untuk mengangkut belerang menuju pos pendakian. Fafa yang ditemukan pada Kamis (22/11) ditemukan dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulans. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BASARNAS, BPBD, WANADRI, SAR UNPAD dan potensi SAR lainnya kembali mendapat briefing lalu diikuti oleh penutupan.
Dalam rilisnya, Unit SAR Unpad berpesan untuk para pendaki agar tidak lupa untuk meminta izin pada saat akan mendaki melalui pos perizinan. Para pendaki juga perlu mempersiapkan informasi dan kebutuhan untuk pendakian dan yang terpenting jangan meninggalkan rekan pendakian pada saat pendakian.*
Rilis oleh: Unit SAR Unpad/mar
