[Unpad.ac.id, 06/12/2012] Cantik dan pintar saja mungkin tak cukup bagi Widya Sarasayu Kusuma Martha Giana, mahasiswi tingkat akhir Fakultas Hukum Unpad (2009), hingga dirinya dinobatkan sebagai Mojang Pinilih Jawa Barat 2012 pada acara puncak Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2012 yang digelar di Sasana Budaya Ganesha, Selasa (27/11) lalu. Berusaha untuk berbeda, kreatif, inovatif, dan berpikiran jauh kedepan merupakan kunci sukses lain yang harus dimilikinya untuk meraih gelar membanggakan tersebut.

“Yang membuat saya berbeda dari teman-teman yang lain dalam ajang tersebut mungkin sudut pandang pemikiran saya berbeda dengan teman-teman yang lain dan saya rasa saya punya sudut pandang yang selangkah lebih maju dibanding orang lain,” tutur Widya ketika ditemui di ruang UPT Humas Unpad, kampus Unpad Dipati Ukur, Kamis (06/12).
Perjalanannya untuk meraih predikat sebagai Mojang Pinilih Jawa Barat 2012 memang tidak segampang yang terpikirkan oleh orang lain. Salah satu hal yang berhasil merubah hidupnya adalah keinginan yang sangat besar untuk terus mengembangkan diri. Sempat aktif di berbagai organisasi kampus pada awalnya, namun hal itu dirasanya kurang untuk terus membangun diri.
“Saya engga mungkin selama kuliah, selama 8 semester saya cuma aktif di dalam kampus saja. Maksudnya, saya juga harus mengembangkan diri saya di luar karena saya perlu lingkungan atau komunitas lain di luar kampus,” jelas gadis kelahiran Bandung, 1 November 1991 ini.
Kesempatan itu pun terbuka ketika akhirnya ia mengikuti ajang Mojang Jajaka Kota Bandung 2011 dan terpilih sebagai Mojang Pinilih kota Bandung 2011. Diakuinya, kesempatan sebagai Mojang Pinilih Kota Bandung itu sendiri membawa pengaruh serta peran yang sangat besar pula dalam titian karirnya hingga mencapai predikatnya sekarang. “Selama setahun saya bekerja di Mojang Jajaka Kota Bandung banyak banget yang dilakuinnya, bukan hanya hal-hal yang dalam segi formalitas saja, tetapi juga kita terjun langsung ke lapangan, ke masyarakat itu seperti apa,” ucapnya.
Menurutnya, selama kurang lebih satu tahun menjadi Mojang Pinilih Kota Bandung itu pula dirinya melakukan persiapan untuk mengikuti ajang Moka Jabar 2012 ini. Selama itu, ia belajar dari masyarakat, bukan hanya mengenai penambahan ilmu-ilmu baru yang masuk kedalam otaknya tetapi juga bertemu dengan berbagai orang dari latar belakang usia dan status sosial yang berbeda-beda.
Di ajang yang mempertemukan dirinya dengan 25 pasang mojang dan jajaka terpilih dari kabupaten/kota di Jawa Barat tersebut, ia pun menunjukan kemampuan terbaiknya yang kembali berbeda dengan apa yang ditunjukkan oleh kontestan lainnya. Mengikuti berbagai macam prosesi di karantina dari tanggal 14-27 November 2012, Widya tak urung untuk menunjukan bakat lain yang mungkin tidak dimiliki para peserta lainnya, seperti pada saat kegiatan “Unjuk Kabisa”.
“Jadi disana tuh ada unjuk kabisa. Kalau nari-nari seperti itu kan kayanya sudah biasa, saya pengen nunjukin sesuatu yang beda. Jadi pada saat unjuk kabisa itu saya pengen nunjukin juga sisi maskulin saya. Jadi disana saya ama temen saya nunjukin silat,” ujarnya.
Hal lain yang mungkin menjadi kelebihannya dalam ajang yang pada tahun ini mengambil tema “Go Green” ini adalah karena jalan pikirannya sendiri yang menganggap bahwa ajang itu bukan kompetisi melainkan sarana untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat. “Ketika saya sudah masuk ke mojang jajaka, sudah bukan waktunya lagi saya harus menang atau saya ga boleh kalah. Tapi sudah saatnya saya mikirin apa sih kontribusi yang bisa saya lakukan buat paguyuban Moka Jawa Barat dan masyarakat,” imbuhnya.
Diakuinya, dibalik sebuah prestasi, dibalik sebuah gelar, terdapat juga tanggung jawab yang besar. Tanggung jawab itu pula yang kini harus dipikulnya sebagai Mojang terpilih untuk dapat mempromosikan banyaknya potensi kekayaan alam dan pariwisata di Jawa Barat yang notabene belum diketahui oleh masyarakat luas di Jawa Barat itu sendiri.
Walaupun begitu, ia juga optimis, tugas dan amanah yang diembannya sekarang akan mudah ia jalani karena banyak teman-teman, rekan-rekan Mojang Jajaka lainnya di 25 Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang siap di belakangnya untuk saling membantu. “Meskipun disini saya jadi pinilih, saya jadi koordinator, namun saya ga mungkin bisa ngelakuin ini sendiri karena bagaimanapun juga saya punya teman-teman se-Jawa Barat yang akan bisa dan siap bantu saya,” tegasnya.
Kini, ditengah kesibukannya menyelesaikan tugas akhir, salah satu yang jadi fokus perhatiannya adalah bagaimana menunjukkan eksistensi mereka para Moka Jabar kepada masyarakat Jawa Barat melalui berbagai macam aksi nyata. “Ketika kami telah menyandang predikat Mojang dan Jajaka Jawa Barat harus ada yang kami lakukan meskipun itu kecil namun nyata karena harus ada bentuk kontribusi nyata dari kami sebagai Moka Jabar,” tuturnya.
Selain Widya, terdapat juga mahasiswa dan alumni Unpad yang berprestasi pada ajang Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2012 lainnya, yaitu, Muhammad Marikar Arsy (Fakultas Kedokteran) sebagai Jajaka Harapan 3 Jawa Barat 2012, Tiara Rachmawati (alumni Fakultas Ilmu Keperawatan) sebagai Mojang Mimitran (Persahabatan) Jawa Barat 2012, Lisa Adriana Paramitha (Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis) sebagai Mojang Kameumeut (Favorit) Jawa Barat 2012, Muhammad Khaerul Amarullah (alumni Fakutas Hukum) sebagai Jajaka Pendidikan Jawa Barat 2012, Karina Ismi Jelita (D-III Administrasi Bisnis FISIP) sebagai Mojang Peternakan Jawa Barat 2012 dan Suci Nurhadilah (Kebidanan Fakultas kedokteran) sebagai Mojang Lingkungan Hidup Jawa Barat 2012.*
Laporan oleh: Indra Nugraha/mar
