Mahasiswa FKG Unpad Borong Gelar di 10th Student Scientific Conference, Universiti Sains Malaysia

Delegasi FKG Unpad beserta tim pembimbing, (kiri-kanan) Murnisari Darjan ,drg., M.S., Elfira Megasari, Yunie Yustri Respatiningtyas, Alex Kesuma, RR. Dinar Windiayu Paramudita dan RR. Dinar Windiayu Paramudita.*

[Unpad.ac.id, 09/12/2012] Empat orang mahasiswa profesi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unpad berhasil memborong prestasi di dalam acara 10th Student Scientific Conference yang diselenggarakan Universiti Sains Malaysia (USM), Malaysia, pada 29 November 2012 lalu. Keempat mahasiwa ini berhasil meraih prestasi di empat kategori yang diperlombakan dalam konferensi tersebut.

Delegasi FKG Unpad beserta tim pembimbing, (kiri-kanan) Murnisari Darjan ,drg., M.S., Elfira Megasari, Yunie Yustri Respatiningtyas, Alex Kesuma, RR. Dinar Windiayu Paramudita dan Eka Chemiawan, drg., M.Kes.*

Mahasiswa-mahasiswa tersebut adalah Elfira Megasari, sebagai Juara 1 Craniofacial & Dental Education Category Oral Presentation; Alex Kesuma, sebagai Juara 2 Basic Sciences Category Oral Presentation; Yunie Yustri Respatiningtyas, sebagai Juara 2 Clinical Category; dan RR. Dinar Windiayu Paramudita, sebagai  Juara 3 Poster Presentation. Acara ini merupakan gelaran tahunan yang diadakan oleh USM guna mengumpulkan mahasiswa-mahasiswa yang berasal dari negara-negara tetangga untuk ikut berlomba di dalamnya. Di tahun ini pun acara diikuti oleh perwakilan dari tiga negara yaitu Indonesia, Thailand, dan Malaysia sendiri sebagai tuan rumah.

“Ini adalah sidang terbukanya mahasiswa disana. Dalam sidang terbuka ini mereka mengundang negara-negara tetangga untuk ikut berpartisipasi karena disana diperlombakan beberapa kategori perlombaan dalam bentuk poster dan oral presentation,” ujar Alex ketika ditemui di Ruang UPT Humas Unpad, Gedung Rektorat, kampus Unpad Jatinangor beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan tersebut, mereka berkesempatan mempresentasikan penelitian yang dilakukan untuk meraih gelar sarjananya. Elfira misalnya yang mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Prevalance of Abnormal Swallowing Pattern in 6-12 year-old Children in Bandung, Indonesia” bimbingan Eka Chemiawan, drg., M.Kes. dan Dr. Inne Suherna Sasmita, drg., Sp.KGA. Alex mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “The use of banana (Musa paradisiaca) stems fiber as an alternative material for biodegradable dental floss: a tensile strength analysis” bimbingan Elin Karlina,drg., M.Kes. dan Dr.Nina Djustiana, drg., M.Kes. Yunie mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Oral hygiene on smokers and non smokers patients in Dental Hospital, Faculty of Dentistry, Universitas Padjadjaran” bimbingan Ina Hendiani, drg., Sp.Perio. dan Nunung Rusminah, drg., Sp.Perio. Sementara di kategori poster, Dinar mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “Knowledge of Dental and Oral Health Patients Treated by Dental Students in Professional Program” bimbingan Netty Suryanti, drg., MARS. dan Gilang Yubiliana, drg., M.Kes.

Diakui oleh mereka, bahwa kegiatan ini merupakan ajang bagi mereka untuk dapat mengasah kemampuan. Selain itu selama menjalani kegiatan ini juga banyak pengalaman sangat berharga yang jarang bisa ditemui oleh mereka di Indonesia. “Kegiatan ini merupakan pengalaman pertama bagi saya, dengan kegiatan seperti ini saya juga dapat memanfaatkan waktu selagi  saya masih mahasiswa,” kata Yunie.

Selama disana, mereka harus berjuang di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan kategori yang mereka ikuti masing-masing. Berbeda dengan perwakilan dari universitas lainnya, disana juga mereka harus berjuang sendiri. “Mereka masing-masing satu topik itu dua orang, sedangkan kita satu orang, bersolo karir,” tutur Elfira.

Namun, bukan hanya itu kiranya yang menjadi pertimbangan bahwa mereka berhasil meraih gelar-gelar tersebut. Ada satu hal lainnya yang membuat mereka berbeda dengan para perwakilan mahasiswa lainnya yaitu cara penyampaian mereka ketika melakukan presentasi.

“Yang paling jelas berbeda itu sebenarnya cara kita presentasi. Ya namanya oral presentation, ya kita mempresentasikan dengan tulisan yang minimal, dengan poin-poin, dan kita berbicara dalam bahasa Inggris sebisa kita. Berbeda dengan peserta lain yang kebanyakan mereka lebih banyak baca,” jelas Alex.

Keunikan lainnya yang mereka miliki dalam kompetisi ini sendiri adalah topik-topik penelitian yang diangkat oleh mereka. Seperti misalnya Elfira yang mengangkat pola seorang anak dalam menelan suatu makanan. Penelitian ini sendiri memerlukan jumlah sampel yang sangat besar namun ia tertarik dan sangat sanggup untuk melakukannya.

“Ini sebenarnya topik cakupan untuk spesialis. Jadi gak ada tingkat sarjana yang ngerjain ini dulu, gak ada yang tertarik sama sekali. Dan semua dosen yang dengar, bilangnya ini pasti susah,” cerita Elfira.

Tak banyak persiapan yang mereka lakukan untuk mengikuti lomba ini, karena mereka sendiri telah mengerti dengan penelitian yang telah mereka jalankan.Namun, berbeda dengan ketiga temannya yang melakukan presentasi oral, Dinar yang kala itu mengikuti presentasi poster merasa sedikit kesulitan untuk melakukan persiapan. “Saya kira awalnya poster presentasi itu kayak poster yang dipajang dipinggir jalan aja bernada persuasif, tapi ternyata ini poster ilmiah,” tuturnya.

Selain sebuah prestasi dan kemenangan, satu hal yang pasti menjadi kebanggan mereka dalam kegiatannya tersebut adalah pengalaman yang sangat bergharga bagi mereka untuk bisa sampai disana dan mempresentasikan paper-nya di hadapan bangsa lain. “Pengalamannya dapet banget soalnya kan ini baru pertama kali juga berbicara di luar seperti itu, dihadapan orang asing,” imbuh Yunie.

Mereka juga sepakat bahwa ini bukanlah akhir dari perjalanan hidup mereka, melainkan sebuah awal untuk terus mengembangkan keilmuan dibidangnya masing-masing. “Ini merupakan sebuah awal agar saya bisa lebih baik lagi kedepannya untuk bidang yang saya geluti,” tegas Dinar.*

Laporan oleh: Indra Nugraha/mar

Share this: