[Unpad.ac.id, 22/12/2012] Sebagai institusi yang tidak bisa dipisahkan dari Jawa Barat, Unpad memegang peranan penting di dalam pengembangan Jawa Barat. Bahkan, pada saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2013-2018 yang akan dilangsungkan Februari 2013 nanti, Unpad pun berperan besar dalam menyukseskan pemilihan tersebut agar dapat menghasilkan pemimpin yang siap membangun Jawa Barat lima tahun ke depan.

“Unpad tidak bisa dipisahkan dari Jawa Barat. Oleh karena itu, kemajuan Unpad akan sangat bergantung pada kemajuan pemerintah Jawa Barat,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unpad, Dr. Sapta Nirwandar, S.E., saat membuka kegiatan Diskusi Panel Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat, Jumat (21/12) di Aula Grha Sanusi Hardjadinata, Kampus Unpad Bandung. Menurutnya, apresiasi IKA Unpad terhadap pemilihan Gubernur nanti direpresentasikan dalam diskusi tersebut.
“IKA Unpad berinisiatif untuk memberikan kepedulian kita terhadap calon-calon gubernur Jawa Barat, karena sebagian dari para calon itu alumni Unpad,” tegasnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa Gubernur Jawa Barat sendiri merupakan Dewan Penyantun Unpad, sehingga ke depan gubernur baru harus ikut berpartisipasi di dalam pengembangan Unpad.
Dalam diskusi panel tersebut, ada 2 pewakilan kandidat gubernur dan wakil gubernur yang hadir, yakni Ahmad Heryawan (Aher) dari pasangan Ahmad Heryawan (Aher) dan Deddy Mizwar, dan Cecep Nana Suryana Toyib dari pasangan Dikdik Mulyana Arief Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib. Dua kandidat tersebut dihadapkan dengan beberapa pertanyaan seputar visi dan misi kandidat dari 3 panelis, yakni dosen FH, Yesmil Anwar, S.H., M.Si., dari segi budaya,dosen FH , Susi Dwi Harijanti, S.H., LL.M., Ph.D., dari segi politik, dan dosen FEB yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor II Unpad, Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE., dari segi pendidikan dan ekonomi.
Ada 6 visi dan misi yang diusung oleh kubu Aher-Deddy. Visi misi tersebut ialah menciptakan kesejahteraan Jabar bagi semua lapisan masyarakat, membangun ekonomi regional yang kuat dan berkeadilan, modernisasi tata kelola pemerintahan, sarana prasarana wilayah, dan dunia usaha, meningkatkan kualitas masyarakat Jabar yang mampu bersaing di dunia berdasarkan nilai budaya, mewujudkan Jabar yang aman, nyaman, dan berkelanjutan, serta membangun hubungan kerja sama strategis global. “Intinya, kami ingin mewujudkan Jabar yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tegas Aher.
Sementara itu, ada 7 visi misi yang diusung kubu Dikdik-Cecep. Tujuh misi tersebut ialah mengembangkan SDM yang agamais, cerdas, terampil, sehat, dan bebudayaluhur,memberdayakan perekonomin rakyat yang berkeadilan, pembangunan infrastruktur, mengembangkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan berwibawa, mengoptimalkan dan memelihara SDA dan mengembangkan pariwisata di sektor kelautan, melakukan upaya untuk memberikan pelayanan yang maksimal di bidang kesehatan, pendidikan, dan peningkatan daya beli, membina hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam sekitar. “Visi utama kami ialah Tawadhu: tertib, aman, wibawa, asri, dinamis, harmonis, dan unggul,” ujar Cecep.
Masing-masing kandidat pun memberikan pemaparan seputar contoh kasus yang diajukan oleh panelis di bidangnya masing-masing. Solusi-solusi yang diberikan kandidat sesuai dengan visi misi masing-masing kandidat untuk pengembangan Jawa Barat ke depannya.
Salah satu peserta diskusi panel, Rizki Muhammad dari Universitas Pasundan mengungkapkan dukungan penuhnya kepada kesuksesan pemilihan Gubernur yang akan datang. “Saya mengapresiasi sekali upaya IKA Unpad dalam menghadirkan masing-masing kandidat calon. Semoga, visi misi yang telah dipaparkan oleh mereka tidak serta merta hanya janji kosong belaka,” harapnya.*
Laporan oleh Arief Maulana/mar
