[Unpad.ac.id, 5/02/2013] Di dalam diri setiap alumni perguruan tinggi melekat nama almamater mereka. Oleh karena itu, seyogianya para alumni, termasuk alumni Unpad, menjaga nama baik almamater di tengah-tengah masyarakat dengan selalu bersikap jujur.

Hal tersebut dikatakan Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia, dalam sambutan upacara Wisuda Unpad gelombang II Tahun Akademik 2012-2013 di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Selasa (5/02) pagi tadi.
“Hal yang harus mencari penciri lulusan perguruan tinggi, khususnya Unpad, adalah kejujuran. Kami sudah berupaya penuh membesarkan dan menjaga nama baik almamater ini. Kami tidak mau upaya yang kami lakukan justru terkotori oleh civitas akademika-nya, termasuk para alumni,” ujar Rektor Unpad.
Untuk itu, lanjut Rektor Unpad, kami titipkan nama baik almamater Unpad. Jika para alumni berhasil di dunia kerja masing-masing, tentu Unpad akan terangkat namanya. Sebaliknya, jika alumni gagal, tidak berhasil, dan bahkan melakukan hal-hal yang melanggar hukum, maka Unpad pun akan terkena getahnya.
“Sebagai universitas yang memiliki Pola Ilmiah Pokok ‘Bina Mulia Hukum dan Lingkungan untuk Pembangunan’ kami mengharapkan para alumni di dalam melakukan kiprahnya senantiasa mencerminkan semangat, nilai-nilai yang terkandung di dalam Pola Ilmiah Pokok Unpad tersebut,” ujar Rektor Unpad lagi.
Rektor Unpad menegaskan, Unpad harus menjadi “referensi” dalam menjaga dan memelihara lingkungan dalam arti luas, termasuk lingkungan sosial, lingkungan bernegara dan berbangsa, serta pelopor dalam menaati kaidah-kaidah hukum.
[nggallery id=29]
Foto oleh: Tedi Yusup (Humas Unpad)*
Pada wisuda kali ini, Unpad melepas 1.792 lulusannya dari berbagai jenjang studi. Di antara mereka, ada yang tercatat memiliki prestasi lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi, yaitu:
- Program D-III: Elang Hendy Subrata (Editing) dengan IPK 3,78
- Program D-IV: Purwandyarti Aprilliani (Bidan Pendidik) dengan IPK 3,71
- Program Sarjana: Euis Siti Nur Fauziah Ramdani (Sastra Sunda) dengan IPK 3,94
- Program Profesi: Dini Dewi Asri, Eddie Nagadi, Rina Noer Fadilah (ketiganya dari Profesi Kedokteran Gigi) dengan IPK 3,87
- Program Spesialis: Hendro Pamuji (Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi) dengan IPK 3,98
- Program Magister: Titip Gusti Ayu (Statistika Terapan), Ngurah Indra Pradhana (Ilmu Sastra), Windi Christinasari (Ilmu Sastra), dan Ferli Hasanah (Ilmu Sastra) dengan IPK 4,00
- Program Doktor: Tedi Permadi (Ilmu Sastra, Kajian Filologi) dan Pramono Anung (Ilmu Sosiologi, Kajian Ilmu Komunikasi) dengan IPK 4,00
Wisudawan dengan masa studi tercepat
Program Sarjana: Fera Febriani (Sastra Sunda) dengan masa studi 3 tahun 3 bulan
Wisudawan termuda
Program Sarjana: Tiodora Silitonga (Statistika) yang berusia 20 tahun 2 bulan
Wisudawan tertua
Program Magister: Oon Rochaeti (Kebidanan) yang berusia 63 tahun 7 bulan
Program Doktor: Imron Anwari (Ilmu Hukum) yang berusia 67 tahun 8 bulan *
Laporan oleh: Erman *
