[Unpad.ac.id, 14/02/2013] Tiga orang mahasiswa dari program studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad menjadi delegasi Indonesia dalam “ASEAN Youth Camp 2013” yang digelar di Phra Nakhon Rajabhat University, Thailand, 27 – 31 Januari lalu. Mereka ialah Taufik Nurhidayatulloh, Rinaldi Yudakusumah, dan Achmad Dima. Ketiganya mewakili Indonesia bersama-sama dengan delegasi dari Unibraw, ITS, IAIN, dan STAIN Abdurrachman Siddiq.

“Di sana kita berkesempatan untuk mempresentasikan mengenai kebudayaan Indonesia di hadapan para delegasi dari 9 negara ASEAN lainnya,” ujar Taufik saat menceritakan pengalamannya di Ruang UPT Humas Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Rabu (13/02). Selain presentasi, Taufik dan delegasi lainnya juga berkesempatan menampilkan seni pencak silat di hadapan peserta. Apresiasi yang meriah pun bermunculan dari para peserta.
“Kita benar-benar tidak menyangka akan mendapat apresiasi seperti itu. Padahal, kita baru mempersiapkan semuanya dalam waktu satu malam. Karena kita baru bertemu dengan delegasi dari Unibraw dan ITS baru pada hari itu,” ujar Taufik.
Apresiasi lain juga datang pada saat delegasi memberikan presentasi. Menurut Taufik, nilai lebih yang didapat oleh delegasi Indonesia ialah semua delegasi menjadi pemimpin presentasi. Selain itu, kemampuan presentasi yang baik, seperti penguasaan materi dan kemampuan berbahasa Inggris, pun menjadi nilai lebih untuk para delegasi saat presentasi tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, Taufik dan kawan-kawan seringkali menemukan beberapa pandangan tentang Indonesia yang diutarakan oleh peserta dari negara ASEAN lainnya. Sebagian besar peserta lain hanya mengetahui beberapa wilayah saja di Indonesia, seperti Jakarta dan Bali. Hal itulah yang juga menjadi misi bagi Taufik khususnya untuk mengenalkan lebih jauh lagi tentang Indonesia kepada para peserta.
“Setiap negara memang punya budayanya masing-masing. Tapi Indonesia kaya akan keragaman budaya. Bisa dikatakan, Indonesia menguasai setengahnya dari keragaman budaya di ASEAN. Oleh karena itu, ini menjadi misi juga bagi kami untuk terus gencar mengenalkan Indonesia,” ujar Taufik.
Meskipun begitu, tidak mudah memang bagi Taufik untuk melakukan misi tersebut. Hal itu disebabkan para delegasi di negara lain tidak mau kalah untuk mempromosikan keindahan negara mereka. Taufik sendiri harus melakukan komunikasi internasional untuk mempromosikan Indonesia. dengan begitu, peserta dari negara lain tahu bahwa orang Indonesia sendiri mampu mempromosikan negaranya melalui komunikasi yang bersifat internasional.
“Kemampuan bahasa Inggris sangat diperlukan untuk melakukan misi tersebut. Sebab, percuma saja kalau kita teriak-teriak mempromosikan Indonesia ke mata dunia tapi kita tidak menguasai kemampuan komunikasi secara internasional,” tegas Taufik.
Oleh karena itu, Taufik berpendapat bahwa kemampuan komunikasi internasional sangat penting dikuasai. Apalagi saat ini Unpad sendiri tengah gencar melakukan internasionalisasi di segala bidang. “Internasionalisasi sebenarnya tidak melulu untuk program studi yang bersifat internasional, namun semua mahasiswa seharusnya siap untuk menginternasionalisasi,” ungkap Taufik.
ASEAN Youth Camp 2013 sendiri merupakan ajang pertemuan generasi muda dari 9 negara ASEAN. Kegiatan tersebut digelar untuk menciptakan mutual understanding di antara negara-negara ASEAN dalam menyosongsong pembentukan Komunitas Muda ASEAN 2015. Kegiatan yang baru pertama kali dilakukan ini direncanakan akan digelar setiap tahun.
Terkait dengan hal tersebut, Taufik sendiri berharap Unpad sendiri dapat menggelar kegiatan yang berskala ASEAN. “Semoga ke depan Unpad mampu mengadakan kegiatan berskala ASEAN guna menciptakan internasionalisasi tersebut,” harapnya.*
Laporan oleh: Maulana / eh *
