[Unpad.ac.id, 12/09/2012] Dinar Azzahra dan Farra Nadya, dua mahasiswa Fakultas Farmasi Unpad dipilih oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Farmasi (BEM Kemafar) menjadi official delegates dalam The 58th IPSF World Conggress yang diselenggarakan oleh International Pharmaceutical Student Federation (IPSF). Kongres Internasional tersebut digelar pada 1- 11 Agustus lalu bertempat di Hurghada, Mesir.

Selama kegiatan, Dinar dan Farra mengikuti General Assembly atau sejenis sidang yang menjadi pemegang keputusan tertinggi di IPSF, workshop, educational and scientific symposium yang menghadirkan pembicara internasional dari Kanada, Amerika Serikat, Arab Saudi, Mesir, dan Italia, serta presentasi tentang Unpad di hadapan delegasi dari 84 negara.
Materi yang dibahas dalam sidang tersebut ialah pembahasan dan pengambilan keputusan mengenai pembaruan peraturan dalam IPSF, pemilihan eksekutif pemilihan eksekutif termasuk diantaranya presiden IPSF baru untuk periode 2012-2013, pemilihan tuan rumah World Congress 2014, serta penerimaan anggota baru IPSF. Hasil sidang tersebut, terpilih Radek Mitura dari Polandia sebagai Presiden IPSF baru serta Portugal sebagai tuan rumah IPSF World Congress 2014 mendatang.
Dinar dan Farra pun mempresentasikan Unpad di hadapan di hadapan eksekutif dan juga negara-negara anggota IPSF untuk menjadi tuan rumah sidang regional atau Asia Pasific Pharmaceutical Symposium 2014. Respons positif mengalir dari para eksekutif maupun peserta sidang tentang Unpad beserta susunan acara APPS yang dipresentasikan. Meksipun tuan rumah APPS 2014 digelar di Polandia, presentasi tersebut mampu membawa dan mengenalkan Unpad dan Indonesia di mata internasional.
“Saya selalu cinta Indonesia, dan saya berharap saya bisa datang ke Indonesia dan mengunjungi Unpad,” terang Radek saat mendengarkan presentasi tentang Unpad.
Selain sidang, berbagai macam workshop mengenai mahasiswa farmasi pun diberikan, diantaranya adalah IPSF in Your Corner yang mendiskusikan tentang pelaksanaan event Pharmacy Profession Awareness Campaign (PPAC) di kawasan Asia Pasifik.
“Senang sekali dalam workshop ini kami memiliki kesempatan bertukar ide dengan mahasiswa Australia yang lebih dulu dan sukses mengadakan event kampanye PPAC ini seperti kampanye penggunaan antibiotik. Kampanye PPAC ini bertujuan agar masyarakat lebih menyadari peran farmasis maupun apoteker sehingga masyarakat bisa lebih memanfaatkan keberadaan profesi kefarmasian dalam penggunaan obat-obatan secara tepat dan rasional,” papar Dinar.
International Pharmaceutical Student Federation (IPSF) adalah organisasi advokasi internasional untuk mahasiswa farmasi dunia yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dunia. Organisasi ini beranggotakan lebih dari 350.000 mahasiswa dan lulusan muda farmasi di 84 negara di seluruh dunia.Unpad sendiri telah menjadi Member in Associaton (MiA) sejak tahun 2005 beserta Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (Ismafarsi) sebagai full member .
Keberangkatan Dinar dan Farra didukung penuh oleh pihak fakultas, Unpad, dan PT. Kimia Farma. Keduanya berharap, dengan menjadi delegasi dalam kongres Internasional ini diharapkan dapat mengenalkan Unpad di mata internasional.
“Semoga pendelegasian World Congress ini menjadi salah satu cara yang mendukung Universitas Padjadjaran menuju World Class University, serta untuk meningkatkan kualitas mahasiswa Farmasi Unpad agar menjadi farmasis berkualitas internasional,” harap Dinar.*
Rilis oleh: BEM Keluarga Mahasiswa Farmasi Unpad/ar*
