Mahasiswa Faperta Unpad Sukseskan Program Menanam Tanaman Hortikultura di Pangandaran

Bupati Pangandaran
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata bersama jajaran Pemkab Pangandaran dan masyarakat secara simbolis menanam bibit tanaman hortikulturan pada acara pameran pertanian yang digelar Gabungan Kelompok Tani Desa Ciganjeng dan Desa Sindangwangi dan didukung sejumlah mahasiswa Pascasarjana Fakultas Pertanian Unpad di lapangan Kecamatan Padaherang, Pangandaran, Selasa (25/1/2022).*

[Kanal Media Unpad] Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran bersama Gabungan Kelompok Tani Desa Ciganjeng dan Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Pangandaran menyelenggarakan pameran pertanian di Lapangan Kecamatan Padaherang, 25-26 Januari lalu.

Pameran bertema “Pentingnya Mitigasi dan Adaptasi Akibat Perubahan Iklim” bertujuan menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai pentingnya menanam tanaman hortikultura di pekarangan rumah.

Aktivitas tersebut dapat mendukung ketahanan pangan skala rumah tangga di tengah kondisi stok pangan yang tidak menentu akibat perubahan iklim.

Ketua pelaksana kegiatan, Mieta Nurfitriani mengatakan, kegiatan yang dilakukan secara swadaya oleh dua gapoktan tersebut diharapkan menjadi bahan edukasi dan percontohan bagi masyarakat luas sekaligus mendorong generasi muda untuk terjun langsung ke dunia pertanian.

Pameran pertanian tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum dan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata. Pada kesempatan tersebut, Jeje bersama masyarakat melakukan penanaman 1.000 bibit tanaman hortikultura.

Acara juga diisi dengan pembagian 6.000 bibit tanaman hortikultura dan pekarangan gratis kepada seluruh elemen yang mengikuti acara tersebut.

Kerja sama dengan Faperta Unpad ini berhasil memunculkan keinginan para petani untuk membantu terciptanya ketahanan pangan pada skala rumah tangga.

“Peran perguruan tinggi, sebagai lembaga pendidikan, diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan terbarukan kepada petani dengan cara pendampingan secara berkala,” tutur salah satu petani Ciganjeng Tahmo Cahyono.(rilis)*

Share this: