Unpad Undang Calon Investor Kolaborasi Pembangunan Rumah Sakit Jantung, Otak, dan Kanker

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti bersama Ketua Tim Pengembangan Rumah Sakit Jantung, Otak, dan Kanker Unpad Prof. Dr. Achmad Hussein S. Kartamihardja, dr., Sp.KN, MHKes., memaparkan mengenai rencana Unpad untuk membangun rumah sakit khusus jantung, otak, dan kanker di hadapan calon investor pada pertemuan yang digelar di Ruang Serba Guna Gedung 2 Lantai 4 Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Jumat (20/5/2022). (Foto: Dadan Triawan)*

[Kanal Media Unpad] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Rina Indiastuti mengajak mitra untuk berkolaborasi dan berkontribusi dalam pembangunan Rumah Sakit Jantung, Otak, dan Kanker di kampus Dipati Ukur.

Hal tersebut disampaikan Rektor saat melakukan pertemuan dengan calon investor Rumah Sakit Jantung, Otak, dan Kanker di Ruang Serba Guna Gedung 2 Lantai 4 Unpad Kampus Iwa Koesoemasoemantri, Bandung, Jumat (20/5/2022). Pertemuan tersebut juga dihadiri sejumlah pimpinan Unpad dan tim pengembangan Rumah Sakit Jantung, Otak, dan Kanker Unpad.

“Kami yakin Bapak/Ibu calon mitra kami ahli di dalam manajemen rumah sakit. Kami Unpad punya kompetensi di dalam pengembangan ilmu dan terapan kedokteran, tetapi dalam manajemen kami perlu belajar,” kata Rektor.

Rektor mengatakan, pembangunan rumah sakit ini merupakan upaya pengembangan Unpad dalam memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya di sektor kesehatan. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut, Unpad memerlukan kolaborasi dari berbagai mitra yang memiliki rekam jejak baik dalam pengelolaan layanan kesehatan.

Dengan berkolaborasi bersama mitra, Rektor optimitis pembangunan rumah sakit ini memiliki peran strategis. Selain sebagai penyedia layanan kesehatan khusus jantung, otak, dan kanker, kolaborasi ini juga dapat meningkatkan kualitas akademik dan riset yang dilakukan Unpad.

Hal ini akan mengundang banyak pihak internasional yang punya kompetensi di penanganan kesehatan untuk ikut berkolaborasi. Karena itu, ekspektasi dari pembangunan rumah sakit tersebut adalah menjadikan rumah sakit khusus jantung, otak, dan kanker yang bereputasi internasional.

Lebih lanjut Rektor memaparkan, pendidikan kesehatan Unpad saat ini didukung lima fakultas rumpun kesehatan. Lima fakultas tersebut memiliki reputasi akademik dan keahlian yang sudah terekognisi internasional di bidangnya masing-masing.

Ketua Tim Pengembangan Rumah Sakit Jantung, Otak, dan Kanker Unpad Prof. Dr. Achmad Hussein S. Kartamihardja, dr., Sp.KN, MHKes., memaparkan, rumah sakit tersebut akan dibangun di lahan yang berlokasi di area Klinik Kesehatan Unpad.

“Kita punya lahan strategis seluas 9.034 meter persegi yang akan digunakan untuk lahan rumah sakit,” ujar Prof. Hussein.

Lokasi lahan tersebut terbilang strategis, karena berada di pusat kota Bandung dan dekat dengan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian, rumah sakit ini dapat diakses dengan mudah khususnya bagi masyarakat Kota Bandung.

Lebih lanjut Prof. Hussein menjelaskan, rencana pembangunan rumah sakit dengan spesialisasi jantung, otak, dan kanker bukan tanpa alasan. Di bidang kesehatan, saat ini terjadi perubahan pola penyakit dari semula penyakit infeksi menjadi penyakit katastropik, di antaranya kardiovaskular dan kanker.

Selama ini, pengobatan penyakit katastropik sebagian besar dirujuk ke rumah sakit di Jakarta yang sudah memiliki spesialisasi di bidang tersebut. Karena itu, hadirnya rumah sakit khusus jantung, otak, dan kanker di Bandung akan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Pelayanan yang dilakukan tetap berdasar pada akademik dan didukung dengan berbagai penelitian terkini,” ucap Prof. Hussein.

Adapun pola kerja sama yang ditawarkan adalah pemanfaatan lahan bersama. Prof. Hussein menjelaskan, status lahan tersebut merupakan Barang Milik Negara yang dikelola penuh oleh Unpad. Pola kerja sama pemanfaatan lahan tersebut menyesuaikan dengan statuta Unpad sebagai PTN Badan Hukum serta regulasi yang ada.*

Share this: