Ilmu Kesehatan Anak

Gelar Lulusan
Subspesialis Anak (Subsp.A)
Akreditasi
Unggul (LAM-PTKes)
Durasi Studi
4 Semester
Lokasi Kampus
Bandung

Program Studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak (IKA) merupakan program pendidikan profesional dan akademik yang menghasilkan dokter ahli dalam berbagai subspesialisasi ilmu kesehatan anak dengan kualifikasi konsultan. Semua dokter subspesialis anak mempunyai kompetensi dasar sebagai spesialis ilmu kesehatan anak yang mempunyai Sertifikat Kompetensi Spesialis Anak yang diterbitkan oleh Kolegium Ilmu Kesehatan Anak Indonesia.

Prodi Subspesialis IKA memiliki 10 Bidang Peminatan, yaitu:

  1. Emergensi Rawat Intensif Anak
  2. Gastrohepatologi
  3. Hematologi-Onkologi
  4. Infeksi-Penyakit Tropis
  5. Kardiologi
  6. Nefrologi
  7. Neonatologi
  8. Neurologi
  9. Respirologi
  10. Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial

Keunggulan

Keunggulan pada setiap peminatan di Prodi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak

  1. Emergensi dan Rawat Intensif Anak
    Pendidikan menyeluruh untuk anak sakit kritis mulai dari emergensi sampai ruang rawat intensif anak yang sesuai dengan penyakit dasarnya, dan berintegrasi dengan penelitian berbasis genetika melalui pendekatan Omics pada beberapa patofisiologi penyakit sehingga menghasilkan lulusan yang dapat memberikan pelayanan secara komprehensif pada anak sakit kritis.
  2. Gastrohepatologi
    Menghasilkan lulusan dokter Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak Peminatan Gastrohepatologi yang unggul di bidang infeksi dan genetika gastrohepatologi serta endoskopi diagnostik dan terapetik dalam mendukung diagnosis dan tata laksana infeksi dan genetik di saluran cerna.
  3. Peminatan Hemato-Onkologi
    Pelayanan dan penelitian bermutu berdasarkan proses registri penyakit yang berorientasi pada outcome penyakit. Hal tersebut dilatar belakangi oleh cakupan RSHS/FK Unpad cukup luas dengan jumlah kasus hematologi onkologi yang tinggi, serta telah diinisiasinya beberapa registri penyakit diperkuat dengan telah terselenggaranya kolaborasi dengan berbagai institusi di tingkat lokal, regional, nasional dan internasional, maka diharapkan dapat menjadi unggulan dalam menjadi pusat pengembangan protokol adaptasi onkologi anak, metode skrining, diagnostik genetik talasemia.
  4. Infeksi dan Penyakit Tropis
    Pelayanan Infeksi dan Penyakit Tropis bersifat paripurna meliputi aspek pencegahan yang terjadi dari sisi manajerial dalam kondisi kegawatdaruratan Infeksi/ kejadian luar biasa/ wabah/ pandemik, dari sisi sarana dan prasarana seperti alur, penempatan pasien, penyediaan ruangan berbasis kewaspadaan berdasarkan transmisi yang memenuhi standar internasional dan nasional. Dan aspek pengendalian Infeksi melalui ketersediaan pemeriksaan penunjang yang lengkap untuk menunjang diagnosis penyakit Infeksi dengan etiologi virologi, bakteriologi dan parasitologi. Sementara dari aspek Penyakit Tropis dengan lokasi yang berada di Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk 109 terbanyak pertama di Indonesia, angka kematian balita 38/1.000, serta kondisi geografis yang sangat bervariasi menyebabkan berbagai Infeksi dan Penyakit Tropis dapat ditemukan sehingga selama proses pembelajaran para peserta didik akan memperoleh pengalaman secara langsung dalam penanganan pasien pasien Infeksi dan penyakit tropis pada anak. Dari uraian di atas Program studi Subspesialis Ilmu Kesehatan Anak bidang peminatan Infeksi dan Penyakit Tropis memiliki unggulan pada pelayanan HIV/AIDS anak dan penyakit Emerging dan Re-Emerging.
  5. Kardiologi
    Pelayanan yang bersifat segera dan live saving terutama untuk penyakit jantung bawaan kritis yaitu intervensi emergensi secara transkateter, mengingat penyakit jantung bawaan kritis mempunyai kontribusi terhadap angka kematian bayi sehingga tindakan intervensi secara kateter untuk penyakit jantung bawaan kritis sangat dibutuhkan sebagai terapi yang dapat menyelamatkan kehidupan. Pelayanan ini bersinergi dengan pendidikan dan penelitian berbasis genetika berbagai kelainan jantung bawaan ataupun Kelaina jantung yang didapat akibat infeksi pada anak.
  6. Nefrologi
    Melihat semua fenomena penyakit ginjal anak dalam pandangan Omics (Omics approach). Omics terdiri atas genomik, epigenomik, transkriptomik, dan metabolomik. Hal ini dirasakan perlu sebagai inisiasi upaya pencegahan primer, sekunder, dan tersier penyakit ginjal pada anak berbasis pada precision medicine, yang diharapkan memberikan luaran yang lebih baik pada anak-anak Indonesia dengan penyakit ginjal. Selain itu, omics approach tersebut sangat membuka peluang para peneliti di Indonesia menemukan terapi baru terhadap penyakit ginjal pada anak.
  7. Neurologi
    Keunggulan spesifik dari bidang peminatan Neurologi adalah untuk mengembangkan keilmuan di bidang Neurologi Anak, dengan keunggulan pada aspek genetika dari epilepsi, neurodevelopment (palsi serebral) dan neurobehaviour (autism spectrum disorders, ADHD, kesulitan belajar) pada anak melalui penyelenggaraan pendidikan terintegrasi
  8. Neonatologi
    Keunggulan spesifik peminatan neonatologi adalah menyelenggarakan dan mempersiapkan layanan holistik di bidang penyakit infeksi neonatologi dan penyakit genetik neonatologi yang melibatkan tata
    memanfaatkan kemajuan teknologi kesehatan. Harapan kedepannya yaitu peserta didik mampu mengoptimalkan pelayanan terutama untuk neonatus berisiko tinggi.
  9. Respirologi
    Pelayanan menyeluruh bidang tuberkulosis resistan obat. Kejadian tuberkulosis resistan obat (TBC RO) pada anak di Indonesia tampaknya terus meningat terutama pada 5 tahun terakhir, yang berdampak pada penurunan kualitas hidup anak. Estimasi WHO terdapat sejumlah 25.000 anak setiap tahunnya menderita TBC-RO diseluruh dunia pada tahun 2016. Laporan investigasi kontak dari beberapa negara, 5–20% anak dengan kontak pasien MDR serumah menderita TBC- RO. Mengingat hal tersebut pentingnya meningkatkan pengetahuan termasuk di bidang genetika patofisiologi dan tata laksana secara holistik mengenai TBC-RO sehingga dapat mendukung pemerintah untuk mengeliminasi TBC khususnya TBC-RO di Indonesia danberkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup anak, serta menurunkan angka kematian bayi dan anak karena TBC-RO.
  10. Tumbuh Kembang-Pediatri Sosial
    Keunggulan spesifik peminatan tumbuh kembang pediatri sosial adalah peserta didik mampu melakukan deteksi dini tumbuh kembang kasus-kasus risiko tinggi dan mengoptimalisasi kualitas hidup anak yang memiliki komorbid dan atau anak dengan berkebutuhan khusus berdasarkan potensi genetikanya, dan semuanya terintegrasi dalam proses pendidikan dan penelitian berbasis genetika, survei epidemiologi, sehingga diperoleh hasil penelitian yang memperkuat pelayanan dan pencegahan penyakit infeksi.

Kompetensi Lulusan

Lulusan Program Studi Spesialis 2 Ilmu Kesehatan Anak Unpad memiliki kompetensi dalam mendiagnosis, merawat, dan menangani gangguan kesehatan yang kompleks pada anak, mulai dari bayi hingga remaja. Mereka terampil dalam mengelola penyakit infeksi, kelainan genetik, gangguan perkembangan, serta masalah kesehatan mental pada anak. Lulusan ini juga mampu merancang dan melaksanakan program pencegahan serta perawatan untuk kondisi kronis, serta memberikan edukasi kesehatan kepada orang tua dan keluarga. Dengan pengetahuan mendalam tentang perkembangan anak, mereka siap berkontribusi dalam rumah sakit, klinik anak, serta riset untuk meningkatkan kesehatan anak secara holistik.

Email: kaprodi.ika.sp2@unpad.ac.id
Medsos: Instagram @ksm_ika_rshs

Share this: