[Unpad.ac.id, 22/09/2012] Musik adalah seni universal yang disukai oleh banyak orang. Namun, tidak semua orang bisa memainkan alat musik. Hal tersebut tentunya bukan berarti menjadi halangan untuk bisa bermain musik, tampil di atas panggung, dan ditonton oleh banyak orang. Dengan keinginan dan inisiatif yang kuat, niscaya impian tersebut akan terwujud.

Inisiatif tersebut tampak pada beberapa calon peserta “Orkestra Padjadjaran”. Banyak diantara mereka yang sama sekali tidak bisa memainkan alat musik. Namun, bukan berarti peserta tidak berkesempatan untuk bergabung. Menurut koordinator dari “Orkestra Padjadjaran”, Dr. Dian Indira, Dra., M.Hum., dengan bergabungnya mereka menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam bidang seni musik.
“Musik itu bukan milik golongan eksklusif, tapi siapapun bisa belajar musik,” ujar Dian saat memberikan sambutan di acara pertemuan “Orkestra Padjadjaran”, Sabtu (22/09) di Bale Rumawat Kampus Unpad Bandung.
Dalam pelaksanaannya, Dian pun mengundang para pelatih musik yang sudah malang melintang dalam dunia musik. Ada empat pelatih yang akan melatih peserta “Orkestra Padjadjaran” sesuai dengan alat musiknya, yakni Bagus (flute), Prabu (cello), Hasworo (biola), dan Syarief (gitar akustik). Gayung bersambut, atas dukungan penuh dari Direktur Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni Unpad, Dr. Ir. Heryawan Kemal Mustafa, M.Sc., keempat orang pelatih tersebut telah siap melatih mahasiswa Unpad dalam komposisi “Orkestra Padjadjaran”.
Menurut Heryawan, konsep “Orkestra Padjadjaran” sendiri ada berkat dorongan dari para alumni yang berkeinginan untuk membentuk sebuah grup orkestra di Unpad. Pada proses pembentukannya, sangat sulit memang untuk mencari potensi yang ada di Unpad, bahkan takjarang pihaknya harus door to door ke setiap fakultas untuk mencari potensi tersebut. Oleh karena itu, konsep ini diharapkan dapat menemukan potensi yang baik dari mahasiswa Unpad.
“Selama ini terbayang kalau yang namanya orkestra itu adalah penampilan musik yang ‘wah’. Namun,di satu sisi sebenarnya bisa dimulai secara sederhana,” ungkap Heryawan.
“Orkestra Padjadjaran” merupakan langkah awal dimulainya komposisi orkestra di Unpad. Konsep tersebut mengambil tema “Menjalin Harmonisasi Lewat Musik”. Dalam pertemuan di Bale Rumawat ini, akan dilakukan pendataan dari masing-masing peserta untuk disesuaikan dengan potensi dan keinginan untuk memainkan alat musik seperti flute, biola, cello, piano, atau gitar. Acara pun ditutup dengan unjuk kemampuan para pelatih dengan membawakan beberapa komposisi musik klasik maupun musik populer.
Bagus, salah satu pelatih mengungkapkan, konsep “Orkestra Padjadjaran” ini merupakan sebuah komposisi orkestra yang benar-benar dimulai dari nol. Ini merupakan tantang yang harus dihadapi, baik oleh para pelatih maupun para pemainnya.
“Yang paling penting, sehebat apa pun pemain musik, dia pasti melewati fase jelek dulu, maka semangatlah untuk menjadi baik dengan melewati fase-fase tersebut,” pungkas Bagus. *
Laporan oleh Arief Maulana/mar*
