Pentingnya Penetapan Peta Data dan Informasi untuk Tingkatkan Reputasi Unpad

[Unpad.ac.id, 31/10/2012] Seiring berjalannya waktu, Unpad terus berbenah untuk terus meningkatkan kinerja dan ranking sebagai universitas unggul dunia. Oleh karena itu, berbagai persiapan telah dilakukan, salah satunya ialah kelengkapan pengumpulan data-data yang berkaitan dengan institusi Unpad. Kelengkapan tersebut diperlukan sebagai salah satu syarat penilaian yang dilakukan oleh Dikti maupun badan lainnya untuk meningkatkan reputasi Unpad di mata dunia.

Logo Unpad*

Menurut Wakil Rektor III Unpad, Dr. med. Setiawan, dr., reputasi Unpad sebagai universitas unggul sangatlah penting. Hal tersebut berakibat pada banyaknya civitas akademika yang berkarya di Unpad. Reputasi itu akan meningkat apabila lengkapnya data-data yang dibutuhkan pada saat penilaian berlangsung dan sifatnya terus di-update.

“Apabila tidak di-update, maka penilaian tersebut akan relatif lebih rendah dari yang sebenarnya. Dengan kata lain, kita akan mengalami yang namanya underestimation. Oleh karena itu, saya berharap kegiatan pengumpulan data ini rutin sifatnya, karena dampaknya yang sangat besar,” ujar Dr. Setiawan saat membuka Rapat Sosialisasi Peta Data di Lingkungan Unpad, Rabu (31/10) di Ruang Rapat Bersama Lantai 2 Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem informasi (BAPSI), Drs. Sudarma, MM. Menurutnya, penetapan peta data dan informasi ini menjadi penting, karena sifatnya yang selalu berubah dan mengalami penyesuaian. Pelaporan kegiatan di unit kerja merupakan salah satu fokus yang dibicarakan di dalam rapat ini. Seringkali para unit kerja tidak memberikan laporan dari kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan. Padahal, laporan kegiatan tersebut merupakan salah satu hal penting yang menjadi penyesuaian peta data. Sebab, ketika pihaknya akan melaporkan kegiatan yang telah dilaksanakan, maka di situ akan dibutuhkan berbagai aspek.

“Aspek tersebut meliputi kegiatan apa yang dilaksanakan, tentang apa, kapan kegiatan yang dilaksanakan, berapa pesertanya, berapa anggarannya, dan apa capaiannya,” jelas Sudarma.

Intinya ialah, bagaimana Unpad bisa mencatatkan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakannya. Menurut Sudarma, pencatatan setiap kegiatan di seluruh unit kerja penting. “Jadi, tidak hanya sekadar selesainya kegiatan yang berlangsung, tapi tidak ada laporan pertanggungjawabannya,” ujarnya.

Biasanya, para unit kerja hanya melaporkan daya serap anggaran yang digunakan karena itu sifatnya vital, tetapi pada dasarnya laporan kegiatan pun harus tetap dibuat.“Oleh karena itu, laporan setiap kegiatan menjadi sebuah keharusan bagi kita semua,” pungkasnya.*

Laporan oleh Arief Maulana/mar

Share this: