[Unpad.ac.id, 04/11/2012] Nyala obor OOTrad Padjadjaran ke-5 menjadi pertanda dibukanya secara resmi Olimpiade Olah Raga Tradisional (OOTrad) Padjadjaran yang pada tahun ini menginjak kali kelima pelaksanaannya. Layaknya sebuah olimpiade, pembukaan ini diawali dengan berputarnya para kontingen lomba dalam sebuah aleut-aleutan yang diberi nama “Pawai Alegoris Padjadjaran: Fiesta Padjadjaran”, pada Minggu (04/11) bertempat di Kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung.

Aleut-aleutan tersebut diikuti oleh kira-kira 2500 peserta yang didominasi oleh civitas akademika Unpad yang terdiri atas tenaga kependidikan, tenaga pendidik, serta mahasiswa. Mengelilingi sekitar kampus Unpad dengan melewati rute sepanjang jalan Ir. H. Juanda (Area Dago Car Free Day), 28 kelompok yang terdiri atas unit kerja dan fakultas di Unpad, ditambah 2 mitra Unpad menampilkan kekhasannya masing-masing sehingga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat kota Bandung.
Kekhasan tiap fakultas, unit kerja, maupun mitra Unpad dalam aleut-aleutan tersebut tampak secara visual seperti Fakultas Hukum yang berpenampilan layaknya pengacara, polisi, lengkap dengan tahanannya. Lain lagi dengan apa yang ditampilkan oleh Fakultas Kedokteran Gigi dengan replika gigi-nya atau Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan replika uang-nya.
Selain menampilkan kekhasan masing-masing, aleut-aleutan tersebut turut pula menyajikan beberapa kesenian khas tanah Pajajaran seperti seni Reak Gentra Pinanjung yang dibawa oleh salah satu unit kerja Unpad, Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).
Aleut-aleutan itu sendiri kembali berakhir di kampus Unpad untuk dilanjutkan dengan seremoni pembukaan berupa penyalaan obor OOTrad Padjadjarn ke- 5 oleh Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia. Dalam sambutan sesaat sebelum penyalaan obor OOTrad 5, Rektor berharap kegiatan OOTrad Padjadjaran yang merupakan upaya dalam rangka melestarikan kebudayaan sunda ini dapat menjadi salah satu kekhasan yang dimiliki Unpad.
“Mudah-mudahan kegiatan ini akan menjadi ikon Unpad. Kegiatan ini juga diharapkan bukan hanya khusus untuk masyarakat Unpad tetapi juga warga Bandung secara keseluruhan,” ujarnya.
Senada dengan Rektor Unpad sekarang, Rektor Unpad ke-9, Prof. H.A. Himendra Wargahadibrata, dr., Sp. An. KIC yang turut pula menghadiri kegiatan OOTrad ini juga mengatakan bahwa OOTrad merupakan pelopor juga pelestari budaya tradisional di tatar Pajajaran. Kegiatan ini harus selalu dikembangkan dan terlaksana.
Selain Aleut-aleutan, OOTrad sendiri akan menampilkan berbagai macam jenis perlombaan diantaranya “Rampak Gerak”, merupakan lomba yang diikuti oleh kontingen dari setiap unit kerja di lingkungan Unpad. Lomba ini lebih mengutamakan kekompakan/kebersamaan. Peserta merupakan regu perwakilan fakultas/unit kerja. Lomba ini merupakan perpaduan dari seni tari, senam dan disiplin serta keindahan kostum/seragam.
Lomba utama lainnya dalam OOTrad ini adalah saptathlon yaitu perlombaan secara marathon ketujuh jenis lomba khas tanah padjadjaran yaitu Ngaragaji Awi, Nyuhun Jukut, Ngagandong Boboko, Nanggung Suluh, Manggul Beas, Balap Karung, serta Engrang.
Ada pula Maraton Egrang (sejauh 2000 meter), dimana peserta akan marathon menggunakan egrang mengelilingi kampus Unpad Dipati Ukur. Perlombaan adu kecepatan ini menggunakan bambu sebagai alat laju. Perhelatan OOTrad ini juga dimeriahkan dengan stan-stan kuliner tradisional Jawa Barat yang diisi oleh 16 fakultas dan unit kerja di lingkungan Unpad dan mitra Unpad. Selain itu, ada pula lomba permainan Catur Beregu bernama U-Camaintian (Unpad-Catur Main Bertiga Gantian), yang akan dilaksanakan pada hari yang sama.
Sementara itu, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad yang selalu menjadi juara umum dalam penyelenggaran OOTrad ini kembali mengaku optimis dapat kembali meraih Juara Umum dalam OOTrad V. Dikatakan oleh Dekan FISIP Unpad, Prof. Asep Kartiwa, seluruh kontingennya telah berlatih dalam menyambut OOTrad 5 ini untuk kembali meraih Juara Umum.
”Diharapkan pada gelaran OOTrad ke-5 ini juga bisa kita pertahankan, karena kita telah melakukan latihan-latihan. Mudah-mudahan stamina para kontingen dari FISIP ini dapat dipertahankan,” tuturnya.*
Laporan oleh: Indra Nugraha/mar
