[Unpad.ac.id, 15/12/2012] Belajar dari masyarakat, itulah hal yang ditekankan pada mahasiswa jelang pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) PPMD Integratif Unpad Gelombang I Periode Januari-Feburari 2013. Mahasiswa diharapkan dapat belajar dan mengambil segala hal yang bermanfaat ketika mereka terjun di tengah-tengah masyarakat.

“Mahasiswa KKN sekarang itu adalah untuk belajar dari masyarakat. Bagaimana mereka bermasyarakat, hidup di masyarakat terutama di fokus kami masyarakat pedesaan,” jelas Ipit Zulfan, S.Sos., selaku Sekretaris Pusat Pengembangan KKNM pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unpad ketika dihubungi pada hari Sabtu (15/12) berkenaan dengan pelaksanaan KKNM Gelombang 1 Periode Januari-Februari 2013 mendatang.
KKNM periode Januari-Februari 2013 yang akan berlangsung selama 30 hari ini diikuti oleh 4.008 mahasiswa Unpad. Mereka akan disebar ke enam kabupaten di Jawa Barat yaitu Kabupaten Sumedang, Garut, Purwakarta, Subang, Cianjur, dan Majalengka. Di enam kabupaten tersebut, mahasiswa akan disebar lagi di 24 kecamatan, dan 192 desa. Pemberangkatanya sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2013 untuk Kabupaten Subang, Purwakarta, dan Cianjur, serta 15 Januari 2013 untuk Kabupaten Sumedang, Garut, dan Majalengka.
Seperti gelombang-gelombang terdahulu, jelang pelaksanaan KKNM periode Januari-Februari 2013, para peserta KKNM terlebih dahulu mendapatkan pembekalan di Kampus Fakultas Peternakan (Fapet) Unpad, Jatinangor pada Sabtu dan Minggu (15-16/12). Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mendapat bekal yang berharga sebelum melaksanakan KKNM, baik pada saat kegiatan pralapangan, lapangan, serta pascalapangan.
Dalam pembekalan ini mahasiswa diharapkan untuk melakukan kegiatan selama di lapangan yang ada dalam panduan KKNM berupa aktivitas yang dilakukan dari hari ke hari. Namun, dikatakan Ipit mahasiswa KKNM pun dapat melakukan improvisasi dalam kegiatan KKNM. Dalam hal ini, melakukan program tambahan selama KKNM diperbolehkan asalkan jangan sampai memberatkan mahasiswa dan lupa akan prinsip dasar dari KKNM ini sendiri untuk belajar dari masyarakat.
“Jika dipandang perlu, mereka boleh melakukan program tambahan dengan catatan tidak memberatkan mereka baik secara finansial maupun fisik. Intinya tidak memberatkan mereka, dan hal ini sifatnya situasional dan conditional,” tegas Ipit.
Ditambahkan Ipit, hal paling utama yang harus dilakukan mahasiswa selama pelaksanaan KKNM ini adalah belajar bagaimana kehidupan keseharian masyarakat, kelembagaan masyarakat, kepemudaan, keagamaan, seni budaya, dan sebagainya. Mhaasiswa harus bisa mempelajari itu semua secara riil, secara langsung.
Selain itu, mahasiswa juga harus dapat menggali semua potensi-potensi yang ada di masyarakat baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat menggali permasalahan yang terjadi di masyarakat. Bukan sebagai pemecah solusi namun pemberi alternatif solusi bagi masyarakat.
“Yang digali itu kenapa masalah masih ada dan mencoba mencari alternatif solusi semampu mereka (mahasiswa). Tidak untuk menyelesaikan masalah itu selama 30 hari ini, namun lebih ditekankan pada apa sih gagasan mereka ketika mereka mendapatkan masalah seperti itu di lapangan,” tambah Ipit.*
Laporan oleh: Indra Nugraha/mar
