Unpad Akan Alokasikan Dana untuk Setiap Evaluasi Kinerja yang Akurat

Wakil Rektor II Unpad, Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE., dan Kepala BAPSI Unpad, Drs. Sudarma, M.M., saat menjadi pembicara pada Workshop “Pedoman Pengisian IKU – IKK”, Selasa (11/12) di Ruang Oemi Abdurrahman Fikom Kampus Unpad Jatinangor. (Foto: Tedi Yusup)

[Unpad.ac.id, 11/12/2012] Jelang akhir tahun, seluruh unit kerja di lingkungan Unpad diminta untuk melaporkan capaian kinerja berupa Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Kunci (IKK) yang telah dilakukan. Agar semua unit kerja dapat melaporkan sesuai sistematika, Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI) Unpad menggelar Workshop bertajuk “Pedoman Pengisian IKU – IKK”, Selasa (11/12) di Ruang Oemi Abdurrahman Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Kampus Unpad Jatinangor.

Wakil Rektor II Unpad, Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE., dan Kepala BAPSI Unpad, Drs. Sudarma, M.M., saat menjadi pembicara pada Workshop “Pedoman Pengisian IKU – IKK”, Selasa (11/12) di Ruang Oemi Abdurrahman Fikom Kampus Unpad Jatinangor. (Foto: Tedi Yusup)

“Setiap data pelaporan yang dikirim ke kami, akan bermanfaat sekaligus menjadi dasar untuk bisa memberikan informasi yang jelas mengenai setiap kegiatan yang dilakukan,” ungkap Kepala BAPSI Unpad, Drs. Sudarma, M.M. Menurutnya, setiap data kegiatan yang dilaporkan harus akurat, yakni didukung dengan data otentik dari setiap kegiatan. Sudarma pun mengambil contoh mengenai data jumlah publikasi nasional di Fakultas Kedokteran (FK).

“Misalkan di FK, jumlah publikasi nasionalnya berjumlah 39. Tapi apakah jumlah tersebut merupakan jumlah akurat atau tidak. Oleh karena itu, harus ada data buktinya, yakni siapa saja, dan judulnya apa,” jelasnya.

Lebih lanjut Sudarma mengungkapkan, data-data otentik tersebut berguna ketika proses klarifikasi jika nantinya ditemukan perbedaan jumlah data. Apabila hanya tertera jumlah nominalnya saja, nantinya akan mengalami kesulitan pada saat proses klarifikasi. “Oleh karena itu, di dalam melengkapi IKK masih terjadi hal seperti itu, manfaat laporan tersebut belum bisa bermanfaat,” katanya.

Perihal tersebut juga dibenarkan oleh Wakil Rektor II Unpad, Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.SIE. Menurutnya, harus ada proses review ulang pada saat pembuatan IKU dan IKK. Terkadang, sering terjadi data-data yang ternyata tidak sesuai dengan capaian yang telah dilakukan. “Yang sering terjadi adalah data diberikan, tapi belum diperiksa oleh Dekan, atau data diberikan tetapi masih berupa perkiraan saja,” ujarnya.

Terkait dengan workshop tersebut, Prof. Rina pun menjelaskan sistematika pelaporan capaian kinerja sekaligus me-review ulang buku laporan IKU-IKK yang akan dibagikan ke masing-masing unit kerja. Sistematika tersebut ialah siklus waktu pelaporan, tahapan pelaporan yang terkait dengan manajemen pelaporan, dan perencanaan dan anggaran. Tahapan pelaporan ini juga terkait dengan pengecekan data apakah sudah akurat atau belum. Sebab, seluruh data nantinya akan dimasukkan ke dalam sistem yang ada.

“Sebetulnya pada waktu data akan di-update melalui sistem, maka itu adalah bukti pelaporan. Di bagian sistem informasi juga nantinya akan memvalidasi data sehingga akan terlihat adanya pergerakan data,” jelasnya.

Lebih lanjut, apabila ditemukan data yang dirasa aneh atau tidak valid, maka sistem akan mem-feedback ulang data tersebut kepada pelapor untuk mengecek kembali apakah data tersebut sudah valid atau belum. Apabila data sudah valid, maka langkah berikutnya ialah mengelola perencanaan dan anggaran untuk tahun depan. Di Unpad sendiri punya fleksibilitas anggaran yang terkelola secara akuntabilitas. Sebab, pihaknya akan mengalokasikan dana untuk setiap evaluasi kinerja yang dianggap akurat. “Hasil-hasil capaian dalam IKK akan menjadi basis perencanaan di tahun depan,” ujarnya.*

Laporan oleh Arief Maulana/mar

Share this: