[Unpad.ac.id, 2/10/2013] Rektor Unpad, Prof. Ganjar Kurnia menerima kunjungan dari Walikota Bandung, Ridwan Kamil, Selasa (02/10) di Ruang Executive Lounge Unpad Kampus Bandung. Kunjungan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor, Dekan, dan pimpinan di lingkungan Unpad. Rektor Unpad dan Wali Kota Bandung bertemu untuk bertukar gagasan mengatasi permasalahan Kota Bandung.

Menurut Emil, panggilan akrab dari Ridwan Kamil, kunjungannya ke Unpad dilakukan dalam upaya bertukar pikiran mengenai gagasan tepat untuk mengatasi permasalahan di Kota Bandung. Meski baru menjabat sebagai Wali Kota Bandung periode 2013 – 2018, pihaknya telah mengantongi sekitar 300 submasalah yang ada di kota Bandung.
“Saya sadar tidak bisa membangun Bandung sendiri. Kalau hanya mengandalkan birokrasi, mungkin kecepatannya sekitar 60 km/jam, tapi kalau dibantu Unpad, perguruan tinggi dan lembaga lainnya, kecepatannya bisa mencapai 120 km/jam,” ujar Emil.
Emil pun menawarkan segitiga kerja sama dengan Unpad. Hal tersebut diharapkan akan terjadi mutualisme antara Pemkot Bandung dengan Unpad. “Segitiga kerja sama itu yaitu, kalau Pemkot ada kebutuhan apa, Unpad bisa bantu. Kedua, kalau Unpad ada kebutuhan apa, akan kami bantu juga. Ketiga, apabila Unpad punya gagasan atau penelitian keilmuan yang menarik bagi kemajuan Indonesia, silakan gunakan Bandung sebagai laboratorium eksperimen,” ungkap Emil.
Lebih lanjut Emil menungkapkan, sejatinya suatu kota yang baik memiliki dua aspek, yaitu fungsi dan identitas. Suatu kota berfungsi apabila struktur birokrasinya berjalan dengan baik, sementara untuk identitas, suatu kota memiliki identitas jika masih mempertahankan tradisi budayanya.
“Untuk birokrasi, saya akan perbaiki. Intinya, Saya titip ke Unpad, bisakah mem-parahyangan-kan kembali Kota Bandung? kalau ini berlangsung, saya yakin ada cicilan perubahan,” imbuhnya.
Sementara itu, Rektor pun memaparkan beberapa catatan tentang kondisi Bandung. Menurutnya, biang utama permasalahan Bandung terletak pada tata ruang. Banyak dibangunnya perumahan, apartemen, dan kawasan belanja menjadi penyebab berbagai masalah, salah satunya adalah biang kemacetan.
“Saat ini di kawasan Bandung Timur misalnya, sekitar 20–30 meteran ada persimpangan ke perumahan.jadi bisa dipastikan setiap persimpangan pasti ada kemacetan,” ujar Rektor.
Di bidang ruang publik dan budaya, Unpad sendiri menawarkan optimalisasi aset Unpad. “Rencananya, kami akan mengoptimalkan aset Unpad di Jalan Dago Nomor 248. Aset tersebut akan dijadikan gedung publik yang bisa dijadikan aktivitas kesenian maupun kegiatan lain bagi masyarakat Bandung,” jelasnya.
Terkait tawaran kerja sama untuk mengatasi permasalahan di Kota Bandung, Unpad pun siap membantu. “Kami menunggu Pak Wali Kota, apa yang bisa kami bantu. Tugaskan saja, kami akan kerjakan,” pungkas Rektor.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh*
