[Unpad.ac.id, 18/11/2013] Perubahan iklim, struktur persaingan dan tuntutan konsumen yang berkonvergensi dengan karakteristik produk pertanian dan produsen yang terfragmentasi menyebabkan upaya untuk memahami fenomena dan pengembangan agribisnis nasional tidak dapat dilakukan dengan pendekatan reduksionis dan linier. Pendekatan ilmu sistem dan kompleksitas (complexity and systems science) menjadi sangat vital dalam memahami fenomena dan pengembangan agribisnis yang dinamis dan kompleks.

Dalam upaya mendiseminasikan pendekatan ilmu sistem dan kompleksitas dalam pengembangan agribisnis nasional, Laboratorium Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran telah menyelenggarakan seminar nasional mengenai “Penerapan ilmu sistem dan kompleksitas dalam pengembangan agribisnis nasional” di Bale Sawala Unpad Jatinangor pada Sabtu, 16 Nopember 2013.
Seminar nasional agribisnis yang dibuka oleh Wakil Rektor IV Unpad, Prof. Dr. H. Roni Kastaman, tersebut diikuti oleh lebih dari 200 orang peserta dari kalangan pemerintah, pelaku usaha, petani, perbankan, akademisi dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Prof. Dr. Kuntoro Mangkusubroto, yang menjadi keynote speaker memaparkan ilmu keputusan holistik dalam mengurai (debottlenecking) berbagai persoalan kompleks yang terjadi dalam pengembangan sistem pangan nasional. Di dalamnya dibicarakan tentang integritas data pertanian, sistem rantai pasok dan logistik pangan serta pilihan kebijakan yang pro petani atau pro konsumen.

Fakultas Pertanian Unpad *
Dalam sesi panel, Managing Director PT. Sewu Segar Nusantara pemilik brand Sunpride, Martin M Widjaja membahas tentang peluang dan tantangan serta strategi dalam bisnis distribusi dan penjualan sayuran buah nasional. Persoalan kurang perhatiannya pemerintah pada sistem logistik pertanian nasional menjadi fokus pembahasan dari Zaldy Ilham Masita selaku Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI). Sebagai wakil dari pemerintah, Nono Rusono (Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas) mengulas arahan kebijakan agribisnis nasional dalam pengembangan kapasitas daya saing menjelang pemberlakuan Komunitas Ekonomi ASEAN 2015. Sementara dosen Unpad, Tomy Perdana, membahas penerapan ilmu sistem dan kompleksitas pada pengembangan rantai pasok sayuran yang melibatkan petani kecil untuk memenuhi permintaan pasar eskpor dan ritel modern.
Kerja Sama
Pada acara ini telah dilakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Universitas Padjadjaran dengan PT. Sewu Segar Nusantara dan Asosiasi Logistik Indonesia. Unpad dan PT. Sewu Segar Nusantara sepakat untuk mengembangkan sistem rantai pasok sayuran dan buah untuk memenuhi pasar domestik. Sedangkan Unpad dan Asosiasi Logistik Indonesia sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan sistem logistik pertanian. Implementasi kedua kerja sama tersebut dalam bentuk peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dan penelitian terapan.
Pada sesi acara paralel, sekitar 50 orang akademisi dan praktisi agribisnis dari seluruh Indonesia telah mempresentasikan berbagai hasil penelitian dalam bidang agribisnis. Seminar nasional agribisnis diharapkan akan menjadi agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Laboratorium Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran sebagai kontribusi nyata dalam pengembangan daya saing agribisnis nasional. *
Rilis oleh: Laboratorium Agribisnis Jurusan Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran
