Dalam rangka kegiatan penelitian dan pengembangan, Lises (Lingkung Seni Sunda) Universitas Padjadjaran mengadakan kegiatan dokumentasi budaya berbagai upacara adat dan kebudayaan Jawa Barat. Kali ini yang menjadi objek dokumentasi adalah kegiatan ritual adat Hajat Laut yang digelar di Pelabuhan Cimari Muara, Desa Karangsari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Acara dimulai pada Sabtu (21/6) dan berakhir pada Minggu (22/6) tengah malam.

Hajat Laut kali ini bertajuk “Tasyakur Nelayan Pesisir Pantai Cimari Muara”. Dijadikan sebagai ajang syukuran masyarakat setempat atas berkah dan rahmat Tuhan YME. Pada tahun ini, upacara adat Hajat Laut Cimari semakin meriah dengan datangnya Bupati Garut, H. Rudy Gunawan S.H., M.H., M.P yang juga merupakan Alumni Unpad tahun 1988. Dukungan dan apresiasi pejabat daerah terhadap kegiatan ini sangat tinggi, sehingga masyarakat setempat lebih bersemangat untuk melestarikan budaya leluhur seperti Hajat Laut ini.
“Dalam acara ini, kita kedatangan mahasiswa-mahasiswi Lises Unpad. Semoga dengan adanya kegiatan peliputan ini oleh adik-adik mahasiswa, maka potensi Cimari dapat disebarluaskan ke masyarakat luar,” ujar H. Rudi Gunawan dalam sambutannya.
Ritual tasyakur nelayan daerah Cimari berbeda dengan daerah-daerah lainnya. Kegiatan ini lebih sederhana namun terasa lebih khidmat. Harapannya semoga upacara adat seperti ini masih bisa dilaksanakan oleh warga setempat dalam rangka melestarikan warisan budaya nenek moyang.
“Tasyakur ini bukti rasa syukur kami. Banyak bersyukur, bertambahlah rezekinya. Dengan tasyakur, biasanya pendapatan nelayan semakin meningkat.” ujar Wawan (52) selaku sesepuh nelayan setempat.*
Rilis oleh: Lises Unpad / eh *
