[Unpad.ac.id, 5/03/2015] Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad bekerja sama dengan bersama dengan Koblenz University of Applied Sciences dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ekuitas Bandung menggelar “International Cross Cultural Seminar 2015”. Seminar internasional bertema “Doing Business Internationally, The Cross-Cultural Challenges” ini melihat dan menganalisa perbedaan budaya bisnis dan studi banding di kawasan Bandung.

Acara tersebut diselenggarakan pada 18-24 Februari 2015 lalu di Aula Gedung Magister Manajemen FEB Unpad. Adapun pembicara dalam acara ini adalah Prof. Dr. Werner Hecker (Dekan Fakultas Manajemen dan Bisnis Koblenz University of Applied Sciences, Jerman), Prof. Dedy Mulyana (Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad), Didi Nugrahadi (Nestle-Indofood Indonesia, Dosen dan Alumni S1 Manajemen FEB Unpad).
Pada rilis yang diterima Humas Unpad, Dosen FEB Unpad, Dr. Diana Sari, mengungkapkan bahwa seminar tersebut diselenggarakan sebagai salah satu upaya meningkatkan kerja sama di bidang akademik. Kegiatan kolaborasi yang dilakukan FEB Unpad juga untuk transfer of knowledge serta menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa yang mengarah pada pengembangan sumber daya manusia.
“Selain sebagai langkah awal dari kerja sama internasional antara FEB Unpad khususnya program studi S1 Manajemen dengan Koblenz University of Applied Sciences Jerman, seminar internasional ini bertujuan untuk meningkatkan kegiatan international exposure bagi para mahasiswa,” ungkap Dr. Diana.
Terkait dengan tema yang diambil pada seminar ini yaitu “Doing Business Internationally, The Cross-Cultural Challenges”, mahasiswa Koblenz University of Applied Sciences Jerman dalam bentuk grup melakukan presentasi dengan menggunakan Bahasa Inggris yang kemudian menghasilkan pertukaran ide atau gagasan dari topik tersebut. Menurut Dr. Diana, tema yang diambil dapat menambah wawasan dan transfer knowledge bagi peserta/mahasiswa, diantaranya terkait dengan cross cultural management.
“Melalui seminar ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan menjalin kerja sama di bidang pendidikan dengan Jerman khususnya, serta menjadi wadah aspirasi tidak hanya bagi fakultas tetapi bagi pihak luar seperti pemerintah daerah,” harap Dr. Diana.*
Rilis oleh: FEB Unpad / art
