Rektor Unpad Tekankan Pentingnya Penguatan Program sebagai Fundamen Membangun Kesejahteraan

Rektor Unpad saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Khusus di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, kampus Jatinangor, Kamis (30/04). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

[Unpad.ac.id, 30/04/2015] Di post industrial era, universitas haruslah mampu bergerak untuk mencapai kemakmuran bangsa yang berkelanjutan. Hal tersebut ditandai pada empat hal, yaitu reputasi internasional, penelitian yang baik, lulusan berkualitas, dan partisipasi internasional.

Rektor Unpad saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Khusus di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, kampus Jatinangor, Kamis (30/04). (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Rektor Unpad saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Khusus di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, kampus Jatinangor, Kamis (30/04). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

“Saya menekankan bukan sustainable development, tapi sustainable prosperity. Percuma kita men-develop terus tapi bangsa kita tidak sejahtera. Jadi mari kita bangun prosperity-nya,” tutur Rektor Unpad pada Rapat Kerja Khusus yang digelar di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, kampus Jatinangor, Kamis (30/04). Acara ini dihadiri oleh para pimpinan Unpad di tingkat universitas dan fakultas.

Untuk mencapai ke arah sana, modal kuat kita adalah menciptakan aktivitas atau program kuat yang dapat dilaksanakan. Apabila sudah mampu membuat aktivitas yang baik, tentu segala jenis dukungan lain, termasuk dalam hal keuangan akan mengikuti.

Pada kesempatan tersebut, Rektor menegaskan bahwa dalam membangun pendidikan, fundamen penting yang harus kita bangun adalah program. Selanjutnya, pilar-pilar berupa faktor pendukung seperti sumber daya manusia, keuangan, infrastruktur, dan sistem informasi teknologi, akan mengikuti dan jelas arahnya sesuai dengan program yang dicanangkan.

“Tidak mungkin kita bisa membangun pilar, tanpa adanya fundamen. Baru nanti atapnya ada,” ujar Rektor. Atap yang dimaksud adalah leadership/organisation, yakni tata kelola.

“Jangan membuat atap dulu kalau tidak ada tiang. Dan tiang berdiri atas fundamen. Fundamennya apa? Program,” tegas Rektor.

Selain itu, dalam upaya untuk mengembangkan program-program utama Unpad, dengan dukungan sumber daya dan tata kelola, Rektor menyebutkan ada lima strategi penting. Empat strategi tersebut yaitu partisipasi, unggul, membangun partnership, membangun korporasi, dan menghasilkan dampak bagi masyarakat.

Pada Rapat Kerja Khusus tersebut, setidaknya dibahas empat program prioritas Unpad. Empat program tersebut yaitu Academic Leadership Grant 1-1-6, Block Grant Prodi, Remunerasi dan Revisi RAB, dan Tata kelola pendukung Program Prioritas. Pembahasan dimulai dari evaluasi kinerja dan program, dengan juga memperhatikan tantangan dan peluang yang ada.

Rektor pun berpesan kepada para pimpinan di tingkat universitas dan fakultas, agar tidak hanya memikirkan mengenai area kerjanya saja. Misalnya, Dekan hanya memikirkan fakultasnya saja, atau kepala bagian hanya memikirkan bagiannya saja. Sebaiknya, ada upaya untuk berdiskusi lintas sektoral untuk saling bertukar ide dan gotong royong dalam upaya mengembangkan universitas.

“Saya berkeyakinan ini sebenarnya bukan hal yang baru, tetapi mari kita sekarang mulai membiasakan membicarakan ini bersama-sama, lintas sektoral,” ujar Rektor.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

 

Share this: