[Unpad.ac.id, 26/11/2015] Mutu program studi yang ada di Unpad harus lebih ditingkatkan. Peningkatan tersebut dalam rangka menghasilkan program studi (prodi) berkategori unggul, atau melebihi satuan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) yang ditetapkan Pemerintah.

“Kalau kita hanya memenuhi SNPT berarti kita sama kedudukannya dengan prodi lain di Perguruan Tinggi lainnya,” demikian disampaikan Direktur Pendidikan Unpad, Prof. Dr. Budi Setiabudiawan, dr., Sp.A-K., M.Kes., saat membuka Pelatihan Peningkatan Mutu Program Studi di Lingkungan Unpad, Kamis (26/11) di Gedung Unpad Training Center, Bandung.
Menurut Prof. Budi, prodi yang berkategori unggul berarti memiliki kompetensi unggulan spesifik yang berbeda dengan prodi serupa di perguruan tinggi lain. Keunggulan ini yang akan menentukan masyarakat untuk memilih prodi di Unpad. Dengan demikian, target yang harus dipenuhi seluruh prodi di Unpad ialah bukan hanya meraih akreditasi “A”, tetapi juga punya keunggulan yang spesifik.
Agar prodi di Unpad berkategori unggul, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengelola prodi. Prof. Budi mengkhususkan, bagi prodi yang masih terakreditasi “C”, akreditasinya kadaluarsa, atau sedang dalam tahap pengajuan akreditasi, penyusunan borang akreditasi harus diperhatikan dengan baik.
“Kelemahan di kita itu, dokumentasi karya lemah sekali,” kata Prof. Budi.
Terkait akreditasi, Prof. Budi menyayangkan belum baiknya koordinasi antara prodi/fakultas dengan unit kerja pusat. Pihaknya sering menemukan data akreditasi yang berbeda antara di prodi dengan pusat. Untuk itu, melalui Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Unpad sebagai penyelenggara pelatihan berfungsi melakukan pendampingan kepada prodi agar koordinasi berjalan lebih baik.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Kepala SPM, Unpad Dr. Rd. Funny Mustikasari Elita, dra., M.Si. Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar melatih koordinator prodi membuat borang, tetapi juga sebagai upaya peningkatan mutu prodi lebih baik lagi.
“Di sini, bukan hanya sekadar menulis borang, tetapi juga ada evaluasi terhadap borangnya sendiri. Sehingga prodi ada tindakan yang preventif,” kata Dr. Funny.
Pelatihan yang digelar hingga Jumat (27/11) ini diikuti oleh koodinator/perwakilan prodi di Unpad yang masih memiliki akreditasi “C”, akreditasinya kadaluarsa, serta prodi baru yang sedang dalam tahap pengajuan akreditasi. Ada beberapa agenda yang diberikan terkait borang akreditasi, mulai dari perencanaan program, kurikulum, ketatapamongan, pembiayaan, sistem informasi, mutu lulusan, kualitas SDM, kerja sama, hingga road map penelitian prodi.
Lebih lanjut dosen Fikom Unpad ini menjelaskan, peningkatan mutu prodi penting dilakukan guna menjaga kualitas pembelajaran. Akreditasi menurutnya merupakan akumulasi dari segala aktivitas prodi .
“Akreditasi bukan sekadar meraih ‘A’, tetapi ini merupakan perlindungan bagi lulusan supaya mereka punya bekal kompetensi yang bagus,” jelasnya.
Setelah pelatihan ini, Dr. Funny berharap prodi yang menjadi peserta dapat langsung mengimplementasikan penyusunan borang ini sesegera mungkin. SPM sendiri akan menjadi bagian dalam proses akreditasi prodi dalam hal fasilitasi serta pendampingan.
“Kalau dulu proses akreditasi hanya dikerjakan oleh prodi saja, tahun ini kita akan bantu semua prodi,” kata Dr. Funny.*
Laporan oleh: Arief Maulana / eh
