[Unpad.ac.id, 26/10/2016] Dalam upaya pengembangan infrastruktur di Indonesia, tantangan besar bukan hanya muncul dari aspek teknis. Menurut Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad, tantangan terbesar justru ada di aspek sosial.

“Inilah peran yang harus bisa dijalankan oleh kita sebagai perguruan tinggi, yang pada hakikatnya antar bidang ilmu juga sebetulnya sudah tidak bisa terpisah-pisahkan,” ujar Rektor dalam acara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Media Indonesia Goes to Campus, “Indonesia Membangun: Tantangan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia” di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (26/10).
Rektor pun menyontohkan apa yang terjadi dalam pembangunan Bendungan Jatigede. Setelah bendungan ini terbangun, bukan masalah teknis yang dihadapi, melainkan bagaimana bendungan ini termanfaatkan, serta bagaimana dampak pada masyarakat yang pernah tinggal disana.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Rektor pun menekankan pentingnya keterlibatan berbagai bidang ilmu dalam memberikan penguatan dan kemaslahatan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Keterlibatan ini penting mulai dari persiapan pembangunan, pelaksanaan pembangunan, sampai pemanfaatan infrastruktur.
“Jangan sampai nanti infrastruktur terbangun, gagap kita memanfaatkannya. Dan itu harus kita pikirkan dari sekarang. Tidak jarang hal itu terjadi,” ujar Rektor.
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian Pengembangan Kementerian PUPR Dr. Ir. Danis Hidayat mengungkapkan, tantangan dan isu terkait pembangunan infrastruktur yang dihadapi saat ini sangat berat. Mulai dari penurunan Indeks Daya Saing Global (GCI) dari peringkat 34 pada tahun 2015 menjadi peringkat 37 pada tahun 2016, hingga Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang membutuhkan pembangunan infrastruktur sesuai dengan standar ASEAN.
Untuk menjawab tantangan tersebut, diantaranya diperlukan sumber daya manusia yang kompeten, inovatif, dan berkualitas untuk menyuksekan pembangunan infrastruktur PUPR.
“Mahasiswa sebagai generasi muda penerus dan pemimpin bangsa di masa yang akan datang harus memiliki fungsi sebagai pelaras yang mampu menyinergikan berbagai sumber daya dan sebagai pemberdaya yang mampu mengembangkan potensi sekelilingnya,” kata Dr. Danis yang pada kesempatan tersebut hadir mewakili dan membacakan sambutan dari Menteri PUPR.
Pembangunan infrastruktur Indonesia pun akan tercapai dengan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. “Mari kita bersama-sama mewujudkan pembangunan Indonesia,” ujar Dr. Danis.
Acara ini juga diisi dengan talkshow yang dimoderatori oleh News Anchor Metro TV, Prita Laura. Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini Kepala Balitbang Kementerian PUPR Danis Hidayat, Direktur PT Blue Bird Adrianto Djokosoetono, Deputy Direktur Pemberitaan Media Indonesia Gaudensius Suhardi, dan Direktur Tata Kelola dan Komunikasi Publik Unpad, Dr. Soni Akhmad Nulhaqim, S.Sos., M.Si.*
Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh



