Aktif Berorganisasi, Soraya Sri Anggarawati Tetap Bisa Lulus dengan IPK 4,00

Soraya Sri Anggarawati (Foto oleh: Tedi Yusup)*

[Unpad.ac.id, 2/11/2016] Sejak awal mengenyam pendidikan di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran, Soraya Sri Anggarawati memiliki tekad untuk meraih Indeks Prestasi Kumulatif 4,00. Segala usahanya pun berbuah manis. Soraya berhasil mewujudkan keinginannya itu dalam waktu studi kurang dari 4 tahun, sekaligus juga meraih predikat sebagai Wisudawan Terbaik Program Sarjana Unpad pada Wisuda Lulusan Gelombang I Tahun Akademik 2016/2017.

Soraya Sri Anggarawati (Foto oleh: Tedi Yusup)*
Soraya Sri Anggarawati (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Saat ditemui di Ruang Humas Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (2/11), lulusan Manajemen Komunikasi (Mankom) Fikom Unpad ini mengaku senang dan bangga atas prestasinya itu. Meski menurutnya, masih banyak teman-temannya yang lebih baik darinya. Soraya diwisuda pada pelaksanaan Upacara Wisuda Unpad Sesi IV hari ini di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Bandung.

“Kaget. Tidak menyangka, karena menurut saya banyak yang lebih baik dari saya,” ungkap perempuan kelahiran Jakarta, 4 Juni 1994 ini. Soraya lulus pada 21 Juli 2016 lalu dengan skripsi berjudul “Komunikasi Instruksional sebagai Sarana Pengembangan Aktualisasi Diri Penyandang Tunanetra”.

Soraya sendiri termotivasi untuk meraih IPK sempurna setelah mengetahui ada seniornya yang lulus dengan IPK 4,00. Meski ada beberapa pihak yang meragukan niatnya itu, Soraya tetap semangat untuk membuktikan bahwa ia bisa.

Tekad IPK 4,00 tidak menjadikan Soraya terbebani untuk selalu belajar. Soraya dapat membagi waktunya antara mendalami materi kuliah, berorganisasi, hingga bersosialisasi dengan teman-temannya. Menurutnya, jika ia tidak banyak bersosialisasi dan berdiskusi dengan teman-teman atau senior, maka ia tidak mungkin menjalani kuliahnya dengan baik.

“Karena dengan sharing, dari hasil diskusi, akan ada banyak hal yang kita dapat,” ujar Soraya.

Organisasi yang ia tekuni pun dapat membantunya untuk memperdalam materi kuliah. Juga sebaliknya, materi yang ia dapat di kelas dapat langsung diterapkan di organisasinya. Selama kuliah. Soraya aktif di Himpunan Mahasiswa Manajemen Komunikasi dan Kelompok Jatinangor 21 (KJ 21). Di organisasinya itu, Soraya memilih untuk berada di divisi terkait manajemen sumber daya manusia. Berbagai aktivitasnya ini pun erat kaitannya dengan konsentrasi yang ia pilih di kuliahnya, yaitu Communication Training & Consulting.

“Jadi kalau ditanya IPK 4 saya belajar terus, enggak juga. IPK 4 saya ambisius, enggak juga. Tapi yang penting itu rajin dan gigih,” ungkap putri pertama dari 3 bersaudara pasangan Adhi Purnomo dan Herwinarni ini.

Bagi Soraya, prinsip belajarnya ada tiga, yaitu mendengarkan, mencatat, dan mengulang. Selama mendapatkan materi di kelas, ia akan mendengar dan menyimak materi dengan baik. Materi kuliah itu ia catat, bahkan ia buat semenarik mungkin, sehingga ia dapat langsung paham dan tidak akan bosan ketika membacanya lagi. Selanjutnya, materi tersebut akan ia ulang, terutama melalui diskusi dengan teman-temannya.

Bagi Soraya,  prestasi yang ia raih sebetulnya bukan hal yang “istimewa” karena ia yakin masih banyak orang yang lebih baik darinya. Menurutnya, prestasi dapat diraih jika fokus pada apa yang sedang diperjuangkan, termasuk disiplin dan bisa melakukan manajemen waktu yang baik. Soraya juga berusaha tidak banyak membandingkan kemampuan dirinya dengan orang lain, karena ia yakin setiap individu pasti punya kelebihannya masing-masing.

“Yakin saja sama diri sendiri. Tuhan pasti kasih jalan. Rezeki tuh pasti enggak kemana,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

Share this: