Tindak Lanjut Program SAMS, Unpad Gelar Lokakarya “User Centered Design”

Foto bersama

[unpad.ac.id, 5/7/2019] Tim proyek Smart Apiculture Management Services (SAMS) Indonesia menggelar workshop User Centered Design (UCD) ke-2 di Ruang Auditorium Perpustakaan Fakultas Hukum Unpad Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Senin (1/7) hingga Minggu (7/7).

Foto bersama peserta workshop User Centered Design (UCD) ke-2 di Ruang Auditorium Perpustakaan Fakultas Hukum Unpad Jalan Dipati Ukur No. 35 Bandung, Senin (1/7).*

Unpad sendiri telah resmi menjadi anggota konsorsium proyek SAMS sejak tahun 2017. Pada proyek yang didanai oleh Uni Eropa dalam program Horizon 2020 ini, Unpad ditunjuk sebagai tuan rumah konsorsium.

Workshop UCD tersebut dihadiri oleh seluruh anggota konsorsium yaitu Lembaga Kerja Sama Internasional Jerman (GIZ), Agrartechnik Witzenhausen Universität Kassel (Jerman), Latvia University of Life Sciences and Technologies (Latvia), University of Graz (Austria), Labtek Indie/Primary Indonesia, Iceaddis-Holetha (Ethiopia), serta Unpad. Selain itu, berbagai stakeholder juga turut hadir diantaranya adalah Common Room, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jawa Barat, Asosiasi Perlebahan Indonesia (API) Daerah Jawa Barat, dan Perhutani.

Pada sesi pembukaan di hari pertama, para peserta membahas tentang kondisi perkembangan perlebahan di Indonesia, Eropa, dan Ethiopia.

Robert Brodschneider dari University of Graz, Austria, menyampaikan bahwa peranan penting dari lebah madu adalah memberikan penghasilan untuk para peternak dari produk yang dihasilkan, seperti madu, polen, wax, royal jelly maupun bee pollen. Selain itu, peranannya juga penting bagi penyerbukan tanaman pertanian.

Dijelaskan Robert, faktor yang mengancam kehidupan lebah diantaranya adalah keberadaan berbagai penyakit, bahan kimia pertanian (terutama pestisida yang mengandung neonicotinoid), kurangnya pasokan makanan, perubahan iklim yang tak menentu, parasit, serta manajemen pengelolaan koloni lebah yang kurang baik.

Dewan Penasehat Asosiasi Perlebahan Indonesia Daerah Jawa Barat (Apida Jabar) H. Rosjid M.S mengatakan bahwa sekurangnya terdapat delapan faktor penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan lebah madu di Indonesia. Delapan faktor tersebut yaitu jenis lebah yang akan dipelihara, ketersediaan pakan lebah, lokasi budidaya yang sesuai, peralatan yang digunakan, produksi madu beserta produk turunannya, peningkatan kualitas SDM (peternak lebah), pasar yang mendukung, serta investasi dana yang memadai. Jika salah satu faktor tidak diperhatikan, maka perkembangan perlebahan di Indonesia tidak akan dapat berkembang dengan baik.

Untuk mendukung pelaksaan proyek ini, Apida Jabar siap berkontribusi dan penjadi penghubung bagi penyediaan lahan peternakan lebah Apis Mellifera yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur, khususnya untuk rintisan implementasi teknologi SAMS. Adapun daerah budidaya yang dapat dimanfaatkan diantaranya adalah Pati, Candiroto, dan Pasuruan.

Sementara itu, Yusrie Satriawan dari Perhutani Kabupaten Sukabumi mengatakan bahwa bahwa penurunan koloni lebah yang ada di Jawa Barat dikarenakan adanya perubahan kebijakan penggunaan dan fungsi wilayah yang sebelumnya merupakan kawasan hutan menjadi kawasan industri atau perumahan. Selain itu, pertanian intensif yang menggunakan pestisida sejauh ini sulit untuk dikendalikan sehingga memberi dampak pada rusaknya habitat dan ekosistem yang secara langsung memberi pengaruh pada berkurangnya jumlah koloni lebah.

Di akhir kegiatan workshop, dilakukan penandatangan kesediaan menjadi anggota dewan penasihat (Advisory Board) bagi tim SAMS Indonesia. Adapun para pihak yang tergabung ke dalam dewan penasihat ini diantaranya adalah Asosiasi Perlebahan indonesia Daerah Jawa Barat (Apida Jabar) yang diwakili oleh H. Rasjid MS, The Local Enablers yang diwakili oleh Rois Solihin STP., MT, serta BP2D yang diwakili Eka Jatnika Sundana, ST., M.Sc. Dalam kesempatan ini SITH ITB juga sudah menyatakan kesediaan menjadi anggota dewan penasihat meski perwakilannya berhalangan untuk hadir.*

Rilis/art

Share this: