[unpad.ac.id, 17/10/2019] Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang (Himade) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menggelar upacara minum teh khas Jepang (Chanoyu) di Ruang Gaya Jepang (Washitsu) Pusat Studi Bahasa jepang Fakultas Ilmu Budaya Kampus Unpad, Jatinangor, Rabu (16/10). Klub Chanoyu menjadi inisiator dalam penyelenggaraan upacara minum teh ini.

Upacara minum teh ini dipandu oleh instruktur Yamada Misao, perwakilan dari lembaga Chado Urasenke Tankokai Indonesia Association Jakarta. Lembaga ini mendedikasikan dirinya untuk melestarikan budaya Chanoyu. Kegiatan dibuka dengan rangkaian upacara penghormatan yang dilakukan oleh setiap tamu di ruangan tersebut secara bergantian dengan tenang dan hikmat.
Kepala Pusat Studi Bahasa Jepang, Dr. Puspa Mirani Kadir, M.A., mengatakan bahwa acara ini merupakan kegiatan praktik dari Klub Chanoyu setelah menjalani latihan rutin setiap minggu selama 3 bulan.
“Acara hari ini merupakan kegiatan untuk menumbuhkan penguasaan penyajian teh tradisional Jepang oleh mahasiswa dari Klub Chanoyu. Kami menggunakan teh khas Jepang, yaitu teh hijau yang memiliki cita rasa pahit dan segar,” ujar Dr. Puspa.
Penyelenggaraan Chanoyu sendiri memiliki langkah-langkah yang detail dan membutuhkan ketenangan dari lingkungan sekitar. Peralatan yang digunakan pun tidak bisa sembarangan, setiap bagian dari peralatan minum teh tersebut memiliki nilai seni tradisional yang indah.
“Seperti yang bisa dilihat bahwa setiap langkah yang dijalani harus benar-benar tenang dan fokus demi mendapatkan kenyamanan sehingga jiwa kita bisa bersatu dengan alam. Upacara ini dahulu dilakukan sesaat sebelum perang agar dapat fokus dan tenang,” lanjutnya.
Chanoyu merupakan upacara minum teh yang bisa menjadi sarana untuk lepas sejenak dari penatnya kehidupan sehari-hari. Tamu yang menikmati teh hanya membicarakan tentang teh dan kue yang disajikan, bukan tentang kehidupan pribadi. Hal ini merupakan langkah untuk mendapatkan ketenangan dan menyelami alam.
“Saat minum teh kita menghadap ke halaman luar yang pintunya terbuka, ruangan yang digunakan biasanya juga beratap rendah. Selain untuk ketenangan, atap rendah itu merepresentasikan kerendahan hati,” pungkas Dr. Puspa.
Klub Chanoyu memiliki 10 orang anggota yang melaksanakan praktik penyajian teh, mereka merupakan mahasiswa Sastra Jepang FIB Unpad yang tergabung dalam Himade. Saat ini Chanoyu sudah berubah menjadi kegiatan seni saja atau sekadar kontemplasi diri untuk mendapat ketenangan jiwa.*
Laporan oleh Dimas Rifky Anggriawan/am
