Laporan oleh Arif Maulana

[unpad.ac.id, 27/8/2020] Universitas Padjadjaran secara resmi menerima mahasiswa baru tahun akademik 2020/2021 program Sarjana, Sarjana Terapan, dan Pascasarjana melalui upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Unpad secara hibrida, Kamis (27/8).
Pada tahun ini, upacara PMB Unpad menyesuaikan dengan situasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pandemi Covid-19, yaitu digelar dengan kombinasi luring dan daring. Upacara PMB secara luring digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, yang diikuti oleh 36 perwakilan mahasiswa baru serta disiarkan melalui live streaming di sejumlah kanal informasi resmi Unpad.
(baca juga: Mahasiswa Baru Didorong Menampilkan Nilai-nilai Luhur Unpad)
Dalam upacara PMB tersebut, Rektor Unpad Prof. Rina Indiastuti mengatakan, mahasiswa baru Unpad tahun akademik 2020/2021 merupakan “orang-orang terpilih” yang memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan di masa depan. Ini disebabkan, tahun ini jumlah peminat Unpad termasuk tinggi, baik di jalur SNMPTN maupun SBMPTN.
Selain itu, tingkat keketatan program studi di Unpad juga termasuk tinggi. Bahkan, tingkat keketatan beberapa program studi di Unpad termasuk tertinggi di Indonesia.
“Maka dari itu, kami berpesan agar saudara mensyukuri anugerah dan menjaga amanah yang telah diberikan dengan cara berupaya seoptimal mungkin dan sungguh-sungguh dalam proses pembelajaran di Unpad, karena saudara sekalian adalah sebagian kecil di antara warga negara Indonesia yang memiliki kesempatan untuk bisa menuntut ilmu di jenjang perguruan tinggi,” ujar Rektor.
(baca juga: Mahasiswa Baru Tertarik Ikut Kegiatan Kemahasiswaan)
Menyiasati pandemi Covid-19, perkuliahan program Sarjana dan Sarjana Terapan Unpad pada semester ganjil tahun 2020/2021 akan dilaksanakan secara daring. Meski dilaksanakan secara daring, mahasiswa baru Unpad tetap dituntut untuk memupuk kemandirian belajar, kreatif dan produktif, serta berakhlak dan santun.
Unpad sendiri sudah meresponsnya dengan mengeluarkan pedoman penyelenggaraan perkuliahan dengan menggunakan metode blended learning. Pembelajaran yang mengusung kombinasi antara pembelajaran sinkronus dan asinkronus ini menjadi relevan diterapkan dalam era digital saat ini.
Berbagai komponen pembelajarannya meliputi belajar tatap muka di kelas, belajar menggunakan internet, diskusi, belajar mandiri dan belajar berkelompok dengan tetap mendapatkan bimbingan dari dosen.
Teknologi informasi dan komunikasi digunakan dalam memudahkan proses pembelajaran sehingga lingkungan belajar berkembang tidak hanya di kampus, tetapi juga di luar kampus.
“Penggunaan metode ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan keterampilan belajar peserta didik. Kemandirian belajar tersebut berlandaskan kepada perencanaan pembelajaran yang baik dan pemanfaatan teknologi informasi yang komprehensif dan efektif,” kata Rektor.
Tantangan
Rektor mengatakan, proses memasuki perguruan tinggi memiliki banyak tantangan. Ini disebabkan, mahasiswa akan dihadapkan pada proses adaptasi dengan berbagai hal baru, baik kehidupan akademik, lingkungan tempat tinggal, serta kehidupan sosial.
(baca juga: Kreasi Mozaik PMB Unpad Pecahkan Rekor Dunia MURI)
“Pada kesempatan ini kami berpesan agar saudara-saudara senantiasa menjaga niat Saudara untuk menuntut ilmu di Universitas Padjadjaran secara sungguh-sungguh dan jangan tergoyahkan atau terganggu dengan berbagai godaan yang akan membuat saudara gagal,” pesan Rektor.
Selain itu, mahasiswa juga diharapkan selalu menjaga nama baik dan menjadi duta Unpad di manapun berada.
Pada tahun 2020, Unpad menerima 9.046 mahasiswa baru dengan komposisi 75% di antaranya adalah para mahasiswa pada jenjang pendidikan Sarjana (S1) dan Sarjana terapan (D-IV) yang diseleksi melalui jalur SNMPTN, SBMPTN dan Jalur Mandiri, sedangkan untuk jenjang pendidikan Profesi, Spesialis, Magister (S2) dan Doktor (S3) melalui jalur Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP).*








