Laporan oleh Arif Maulana

[unpad.ac.id, 17/9/2020] Pengembangan vaksin Covid-19 di Indonesia menghadapi sejumlah tantangan. Meski demikian, pemerintah tetap mendukung berbagai upaya yang dilakukan terkait pengembangan vaksin Covid-19.
Demikian disampaikan Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto melalui orasi ilmiah yang dibacakan Staf Khusus Menkes Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan Alexander Kaliaga Ginting Suka dalam acara Peringatan Dies Natalis ke-63 Fakultas Kedokteran Unpad yang digelar secara terbatas di Aula Chasan Boesoirie Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jalan Eijkman No. 38, Bandung, Kamis (17/9).
(baca juga: Rahman Roestan: Penanganan Pandemi Covid-19 Paling Efektif Adalah Mencegah)
Alex menyebut tantangan yang dihadapi dalam pengembangan vaksin Covid-19 antara lain faktor kecepatan produksi vaksin. Mengingat karakteristik penyebaran Covid-19 sangat cepat, maka pengembangan vaksin juga mesti dikebut.
Tantangan selanjutnya adalah dari segi biaya. Alex menjelaskan, pengembangan vaksin membutuhkan biaya yang tinggi. Untuk menekan hal tersebut, pemerintah berusaha melakukan kerja sama dengan berbagai negara dalam hal pengembangan vaksin Covid-19.
Karena itu, pemerintah terus mendorong ilmuwan dan peneliti untuk terus mengembangkan inovasi di bidang vaksin Covid-19. “Pemerintah mendukung peneliti dengan memberikan relokasi dan beragam regulasi untuk penelitian Covid-19,” jelasnya.
Faktor geografis Indonesia juga bisa menjadi tantangan tersendiri tatkala vaksin sudah berhasil diproduksi. Tantangan geografis ini pun harus ditangani dengan baik.
(baca juga: Prof. Kusnandi Rusmil Ungkap Alasan Indonesia Kembangkan Vaksin Covid-19 Asal Tiongkok)
Hingga saat ini, berbagai negara sudah menghasilkan beragam kandidat vaksin. Alex mengungkapkan, hingga 11 September 2020, terdapat 180 kandidat vaksin di dunia. Sebanyak 145 bersifat praklinik, 26 vaksin sudah menjalani uji klinis fase 1 – 2, serta 9 vaksin sudah menjalani uji klinis fase 3.
Indonesia saar ini pun tengah melakukan uji klinis fase III terhadap vaksin asal Sinovac, Tiongkok. Uji klinis dilakukan oleh Bio Farma bekerja sama dengan FK Unpad. “Tinggal menunggu hasilnya,” imbunya.
Semakin Bermanfaat
Menginjak usia ke-63 tahun, FK Unpad terus berperan aktif dalam peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 saat ini, FK Unpad juga banyak memberikan kontribusi.
Dekan FK Unpad Dr.med. Setiawan, dr., AIFM, mengatakan FK Unpad terus berupaya meningkatkan literasi warga Unpad maupun masyarakat umum tentang pencegahan Covid. Hal ini bertujuan agar Unpad jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.
(baca juga: Unpad Satu-satunya Perguruan Tinggi yang Lakukan Uji Klinis Vaksin di Indonesia)
FK Unpad juga terlibat aktif dalam pemeriksaan sampel Covid-19. Lebih dari 37.000 sampel sudah berhasil dilakukan pengujian oleh Laboratorium di Rumah Sakit Pendidikan Unpad.
Selain itu, aktivitas riset yang berkolaborasi dengan sejumlah mitra di luar Unpad juga telah dilakukan untuk menciptakan beragam inovasi dalam hal penanganan Covid-19. Terakhir, FK Unpad juga ikut berperan aktif dalam uji klinis fase III dari vaksin Covid-19 Sinovac, Tiongkok, bersama Bio Farma.
“Kita juga mendapat penawaran kerja sama uji klinis fase III dari kandidat vaksin yang lain dengan setting dan protokol yang lain. Ini akan menjadi variasi produk vaksin Covid-19 di Indonesia,” kata Setiawan.
Peringatan Dies Natalis ke-63 FK Unpad ini juga diisi penyampaian orasi ilmiah dari Direktur Utama PT. Bio Farma Honesti Basyir serta orasi ilmiah dari Guru Besar FK Unpad yang juga Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 FK Unpad Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, dr., Sp.A(K), M.M. *


