Ikut Konsorsium SAMS, Unpad Telah Jalankan Beragam Program Peningkatan Bisnis Perlebahan

Dosen FTIP Unpad Dr. Dwi Purnomo (jongkok, kedua dari kiri) saat melakukan rapat persiapan pelaksanaan program konsorsium Horizon 2020, di kantor Lembaga Kerja Sama Internasional Jerman (GIZ), Munich, Jerman, 28 Januari - 1 Februari lalu.*

Rilis

bisnis perlebahan
Suasana Steering Committee Meeting ke-7 Konsorsium Internasional Smart Apiculture Management Service (SAMS).*

[unpad.ac.id, 1/10/2020] Proyek Konsorsium Internasional Smart Apiculture Management Service (SAMS) saat ini telah menginjak akhir periode dari tiga tahun pelaksanaan sejak Januari 2018 lalu. Tim SAMS Unpad pun telah melaksanakan berbagai kegiatan yang berfokus pada bisnis perlebahan Indonesia.

Hal tersebut disampaikan tim SAMS pada Steering Committee Meeting ke-7 yang dilaksanakan secara daring pada 23 – 25 September 2020 lalu.

Pada periode Maret-September 2020, program yang sudah dilakukan tim SAMS Unpad di antaranya melakukan penulisan laporan market survei yang dilaksanakan bulan Januari – Februari 2020 (laporan dapat diakses melalui website SAMS), mencari mitra bisnis perlebahan yang akan diberikan dukungan oleh SAMS, serta melaksanakan webinar dan inkubasi model bisnis inovatif perlebahan.

(baca juga: Tim Riset SAMS Unpad Luncurkan Program Inkubasi Bisnis untuk Usaha Perlebahan)

“Harapannya dari kegiatan-kegiatan ini, Indonesia bisa semakin maju dalam bisnis perlebahan yang bukan hanya mencakup peternak atau penjual madu, tetapi juga dengan melibatkan stakeholder lain yang tergabung dalam value chain/rantai pasok bisnis perlebahan seperti pemerintahan, organisasi, dan akademisi,” ujar Ketua tim riset SAMS Unpad Dr. Dwi Purnomo, M.T., dalam rilis yang diterima Kantor Komunikasi Publik (KKP) Unpad.

Steering Committee Meeting sendiri rutin dilaksanakan SAMS setiap 6 bulan sekali. Pertemuan ini biasanya dilakukan di salah satu negara anggota konsorsium yang berlokasi di Eropa.

(baca juga: Tindak Lanjut Program SAMS, Unpad Gelar Lokakarya “User Centered Design”)

Namun, pada Steering Committee Meeting ke-7 kali ini terdapat perbedaan dalam pelaksanaannya. Kondisi dan perkembangan Covid-19 yang berbeda di tiap negara membuat pertemuan ini digelar secara daring.

Steering Committee Meeting kali ini adalah yang pertama dilakukan secara daring setelah 6 pertemuan sebelumnya selalu dilaksanakan dengan tatap muka,” ungkap Dr. Dwi.

Dalam pertemuan kali ini, seluruh anggota konsorsium SAMS menyampaikan kegiatan setiap work package dari setiap negara yang telah dilaksanakan sejak Maret – September 2020. Selain itu, seluruh anggota konsorsium juga berdiskusi mengenai langkah-langkah kerja yang dapat dilakukan demi mencapai tujuan dan dampak yang dharapkan, sesuai dengan yang telah dirumuskan di awal proyek. (art)*

Share this: