Urban Farming, Solusi Ketahanan Pangan di Masa Pandemi Covid-19

Suasana Seminar Daring

Laporan oleh Artanti Hendriyana

Suasana Seminar Daring “Urban Farming Sebagai Alternatif Upaya Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi” yang digelar salah satu tim kelompok KKN-PPM Integratif Virtual Unpad, Selasa (9/2).*

[unpad.ac.id, 16/2/2021] Pandemi Covid-19 dapat menjadi ancaman bagi ketahanan pangan di Indonesia. Untuk itu diperlukan suatu upaya bersama untuk mengatasinya. Salah satunya melalui aktivitas pertanian urban atau urban farming.

Hal tersebut disampaikan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran Ir. Ichsan Darmawan, M.T., dalam Seminar Daring “Urban Farming Sebagai Alternatif Upaya Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi” Selasa, (9/2).

Dijelaskan Ichsan, ketahanan pangan akan tercapai bila ada ketersediaan pangan. Ketersediaan pangan ini akan pula tercapai bila ada produksi pertanian. Produksi pertanian berarti ada kegiatan di lahan pertanian atau on farm activity.

[irp]

“Tapi kesemuanya ini, ketika masa pandemi, ini akan mempengaruhi kegiatan on farm. Begitu pula dengan distribusinya. Ini akan mempengaruhi kegiatan produksi pertanian juga, akan mempengaruhi ketersediaan pangan, dan selanjutnya akan mempengaruhi ketahanan pangan,” ujar Ichsan.

Ichsan mengatakan, ketahanan pangan akan mempengaruhi status nutrisi. Jangan sampai status nutrisi menjadi buruk dan berakibat stunting.

“Jangan sampai suatu daerah apalagi di Indonesia rawan pangan. Nah, ini adalah tanggung jawab pemerintah tanggung jawab kita semua,” ujar Ichsan.

Menurutnya, status nutrisi dapat berpengaruh pada kebijakan pangan. Salah satu kebijakan pemerintah yang dapat dilakukan adalah dengan mendorong urban farming.

Selain itu, masyarakat juga  perlu berpartisipasi aktif pada kegiatan urban farming. Akademisi pun perlu berperan menghasilkan inovasi yang dapat digunakan untuk menunjang produksi pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial, memaparkan program Buruan SAE untuk mengatasi masalah pangan di Kota Bandung. Oded menjelaskan, Buruan SAE adalah sebuah program urban farming terintegrasi yang digalakan Pemkot Bandung melalui Dinas Pangan dan Pertanian.

[irp]

“Ditujukan untuk menanggulangi ketimpangan permasalahan pangan di Kota Bandung melalui pemanfaatan pekarangan atau lahan yang ada dengan berkebun untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga sendiri,” jelasnya.

Buruan sendiri berarti pekarangan, sedangkan SAE merupakan singkatan dari “Sehat”, “Alami”, dan “Ekonomis”.

“Saya terus mengedukasi masyarakat untuk menciptakan kemandirian dan ketahanan pangan. Termasuk penguatan distribusinya dan keamanan pangannya,” ujarnya.

Seminar daring tersebut digelar oleh salah satu kelompok KKN-PPM Integratif Virtual Unpad di bawah bimbingan dosen FPIK Unpad Ir. Ichsan Darmawan, MT.  Seminar ini merupakan bagian dari sosialisasi kegiatan urban farming untuk seluruh masyarakat.

Acara juga menghadirkan Pakar System Dinamycs Dr. Ir. Teten Avianto, M.T yang memaparkan mengenai “Urban Farming dan Ketahanan Pangan dalam Perspektif Sistem” dan dosen Fakultas Ilmu Matematika dan Pengetahuan Alam Unpad Dr. Budi Irawan S. Si., M. Si yang memaparkan materi “Mengenal Diversitas dan Fungsi Tanaman Pekarangan di Perkotaan”.(arm)*

Share this: